Tips Menyisihkan Uang buat Kebutuhan Mendesak

Liputan6.com, Jakarta Tak ada seorang pun bisa tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Tak heran jika banyak yang mulai mengatur dan merencanakan masa depannya agar lebih aman.

Tapi sebaik apapun rencana yang sudah dibuat tetap ada hal-hal di luar kendali yang tak bisa diantisipasi. Misalnya ketika tiba-tiba kehilangan pekerjaan, terjadi bencana alam, atau sakit yang membuat Anda tak mampu lagi mencari nafkah.

Tentu tak ada yang mau mengalaminya, lagi pula kalau harus meminjam uang ke sana kemari, belum tentu juga ada yang iba.

Supaya tetap merasa aman ketika hal-hal tersebut terjadi, maka perlu ada simpanan khusus yang bisa membuat keadaan tetap aman terkendali. Tetapi niat saja tak cukup, perlu ada aksi yang nyata untuk merealisasikannya.

Beberapa tips sederhana berikut bisa membantu Anda menyisihkan sebagian pendapatan untuk di alokasikan ke simpanan khusus tersebut. Penasaran seperti apa caranya? Simak ulasannya berikut, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Jangan Malas Membawa Bekal Sendiri

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Ekaterina Kondratova

Repot memang, karena Anda harus bangun lebih pagi untuk menyiapkannya. Belum lagi kalau telat bangun, pasti buru-buru. Semua hal yang merepotkan tadi akan terbayar ketika uang belanja jadi lebih banyak sisanya.

Nah, uang sisanya tadi bisa disisihkan dan dimasukkan ke dalam tabungan atau simpanan khusus untuk hal tidak terduga yang sifatnya darurat.

Jangan melihat banyaknya, karena dari nilai yang sedikit jika dilakukan terus menerus dan konsisten akan jadi nilai yang besar. Tentu ini akan menambah semangat Anda untuk hidup lebih hemat.

Jadi, jangan malas bawa bekal sendiri, baik itu makanan maupun minuman. Tahu sendiri ‘kan berapa harga makanan dan minuman di luar sana?

2. Biarpun Nilainya Kecil, Jangan Remehkan Recehan

Jika biasanya uang receh kembalian hilang entah kemana karena nilainya yang tak seberapa, maka coba ubah kebiasaan tersebut dengan menyimpannya di kaleng atau botol. Cara ini memang sedikit kuno tapi cukup efektif, lo.

Sekecil apapun uang tetap punya nilai, jadi jangan sia-siakan. Menyimpan sedikit tetapi konsisten lebih ada hasilnya dari pada tidak sama sekali. Ketika nanti sudah terkumpul banyak, Anda bisa menggunakannya untuk berbagai macam hal.

3. Transportasi Umum, Kenapa Tidak?

Calon penumpang menunggu bus Transjakarta di halte Tosari, MH Thamrin, Jakarta, Kamis (26/7). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim jumlah penumpang Transjakarta meningkat hingga 10 persen. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Ada kalanya transportasi umum lebih berguna jika dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi untuk pergi ke kantor. Terlebih di kota megapolitan seperti di Jakarta yang super macet, tentu Anda hanya akan menghabiskan waktu di jalan. Bukan hanya waktu saja yang habis bahan bakar pun juga ikut habis.

Tak ada salahnya menggunakan transportasi umum, selain bisa berhemat Anda juga tak perlu terjebak macet panjang yang sibuk dan bikin stres. Tapi kalau naik transportasi umum, harus pandai menjaga diri dan barang pribadi. Selain itu, agar tak ketinggalan bus, Anda pun juga harus lebih rajin bangun pagi.

4. Pilih Pasar Tradisional daripada Swalayan

Apa salahnya pergi belanja di pasar? Anggapan bahwa pasar itu kotor dan kurang higienis harus disingkirkan jauh-jauh. Mengapa? Sebab kini banyak pasar-pasar tradisional yang mulai berubah wajah lebih kekinian seperti swalayan.

Dan lagi harga-harga kebutuhan pokok dan sayuran jauh lebih tejangkau dari pada di swalayan atau supermarket. Jika dibandingkan bisa 1:2, beli 1 di supermarket bida dapat 2 di pasar tradisional.

Coba bayangkan selisihnya dan berapa banyak yang bisa Anda sisihkan? Jika dihitung-hitung dengan teliti jumlahnya tidak sedikit, lo. Tak perlu gengsi, karena hidup itu Anda yang menjalani bukan orang lain.

5. Kurangi Pengeluaran Boros, Beli yang Dibutuhkan

Ilustrasi belanja (Foto: unsplash.com/JP Valery)

Kalau hanya untuk sesekali menyerahkan urusan baju kotor ke laundry karena kesibukan lembur, maka tak jadi masalah.

Tetapi jika Anda ingin punya sisa uang untuk disimpan ke tabungan khusus, maka Anda perlu mengurangi pengeluaran tidak penting dan boros seperti ini.

Cobalah untuk mencucinya sendiri, lama-lama juga akan terbiasa dan bukan hal yang berat untuk dilakukan. Hitung-hitung bisa sambil bergerak dari pada duduk diam hanya bermain gadget saja.

6. Kreatiflah Menyulap Barang Bekas Jadi Baru

Siapa bilang barang bekas tempatnya hanya di gudang atau pembuangan sampah? Selagi masih bisa dimanfaatkan mengapa harus membuangnya. Misalnya ada baju lama yang tidak terpakai lagi karena modelnya yang usang, cobalah untuk membuatnya jadi barang baru yang lebih bermanfaat.

Ketika kursi atau perabot rumah ada yang rusak, coba perbaiki dulu jangan buru-buru dibuang dan beli baru. Sebisa mungkin kreatiflah dalam memanfaatkan barang-barang lama agar bisa dimanfaatkan kembali

7. Ubah yang Bekas jadi Uang

Ilustrasi belanja Lebaran di toko online. (iStockPhoto)

Kadang-kadang tangan merasa gatal dan ingin membuang barang-barang yang menumpuk di rumah karena dianggap tak lagi ada gunanya. Tapi tunggu dulu, jika masih bagus dan bisa dimanfaatkan jangan buru dibuang.

Kenapa tak coba mengiklankannya di situs jual beli barang bekas? Di sana Anda bisa mengiklankan berbagai macam barang, termasuk barang lama yang sudah tak terpakai tapi masih layak pakai.

Selain itu, Anda bisa mendapatkan hasil dari penjualan barang bekas pakai tersebut, dan bisa disimpan untuk digunakan nanti ketika saat-saat terdesak.

Aksi Kecil Tapi Membawa Perubahan Besar

Jika dipikir langkah-langkah tersebut memang kecil dan remeh, tetapi jika dilakukan terus-menerus maka bisa membawa perubahan besar pada kondisi keuangan.

Maka jangan pernah meremehkan hal-hal kecil jika menyangkut masalah uang. Sebab itu, biasakan mulai dari hal-hal kecil sebelum melangkah ke hal yang lebih besar.