Tips Mudik Aman Sampai Tujuan dengan Semua Moda Transportasi

·Bacaan 4 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah akhirnya mengizinkan masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran setelah dilarang dua tahun sebelumnya. Sebanyak 85,5 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman.

Namun perlu diingat, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memperkirakan sekitar 80 persen kecelakaan lalu lintas disebabkan kelelahan. Pentingnya mengutamakan keselamatan, sebab keselamatan bisa dihindari selama perjalanan mudik.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno mengingatkan para pemudik untuk menjaga stamina selama perjalanan. Bila sudah merasa lelah, dia meminta pengemudi untuk segera beristirahat dan tidak memaksakan diri.

"Jika dalam perjalanan, pengemudi merasa lelah, sebaiknya beristirahat saja," kata Djoko di Jakarta, Jumat (15/4).

Tak hanya itu, Djoko meminta pengemudi tidak minum suplemen ketika sudah mulai lelah. Menurutnya cara itu justru akan merusak kondisi pengemudi.

"Jangan dipaksakan minum suplemen tambahan agar bisa bertahan mengemudi," kata dia.

Djoko juga memberikan sejumlah tips untuk para pengemudi berdasarkan jenis kendaraan yang digunakan. Berikut ini ulasannya untuk Anda:

Keselamatan Pemotor

Djoko mengimbau pemudik yang menggunakan motor menempuh perjalanan tidak lebih dari 3 jam. Dia juga sudah meminta pada Badan Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) dan Dinas Perhubungan (Dishub) tempat-tempat rawan kecelakaan agar memasang banner.

Sebaiknya tidak menggunakan motor matic pada daerah turunan curam seperti, Batu-Cangar, Gunung Lio, daerah Wonogiri, Bawang-Dieng, Cijapati Garut dll. Dia juga meminta bantuan Dishub dan BPTD untuk memasang himbauan berupa bener di semua jembatan timbang dengan imbauan hati-hati selama perjalanan. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan bagi pemudik:

1. Jika lelah beristirahatlah.

2. Jika anda berpuasa lebih sering untuk beristirahat.

3. Sebaiknya melakukan perjalanan setelah anda berbuka puasa.

4. Menyiapkan motornya agar laik untuk perjalanan.

5. Melakukan pengecekan tekanan dan kondisi ban.

6. Jika menggunakan google map agar diyakinkan rute tersebut tidak ekstrim.

Keselamatan Kendaraan Pribadi

Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi Anda yang mudik dengan kendaraan roda empat pribadi:

1. Beristirahat yang baik sebelum melakukan perjalanan jauh.

2. Menyiapkan kendaraan agar laik untuk perjalanan jauh

3. Mengecek tekanan angin dan kondisi ban anda

4. Mengisi bahan bakar anda dan lakukan pengisian ulang ketika SPBBU (pompa bensin) tidak mengantri untuk menghindarkan kelelahan akibat mengantri BBM.

5. Segera beristirahat jika telah merasa lelah

6. Melakukan perjalanan setelah berbuka puasa

7. Jika anda berpuasa, agar sering beristirahat

8. Jika menggunakan google map agar diyakinkan bahwa rute tersebut tidak extreme

Djoko juga meminta BPTD dan Dishub agar memberikan tanda atau peringatan bahaya untuk di setiap daerah rawan kecelakaan lalu lintas. Agar dapat menyiapkan personel dan peralatan di daerah rawan kecelakaan.

Berkoordinasi dengan operator Jalan Tol dan pengelola rest area agar melakukan managemen lalu lintas di kawasan rest area untuk menghindari kepadatan (crowded) dan agar semua instansi pemerintah untuk tidak melakukan intervensi.

Keselamatan Pengguna Kendaraan Bus dan Penumpang Umum

Djoko meminta ada imbauan baik melalui BPTD atau secara langsung agar semua PO Bus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Kompetensi pengemudi, khususnya untuk trayek jarak jauh,

2. Agar waktu libur dan istirahat pengemudi dapat diperhatikan dengan seksama,

3. Untuk trayek dengan waktu tempuh lebih dari 8 jam agar disediakan 2 pengemudi,

4. Yakinkan pengemudi memiliki kompetensi sesuai dengan peruntukannya,

5. Yakinkan pengemudi telah melakukan istirahat dengan baik dan cukup sebelum melakukan perjalanan baik dari asal keberangkatan maupun dari daerah tujuan,

6. Menyiapkan kendaraan dalam kondisi laik jalan untuk perjalanan jauh,

7. Jika menggunakan google map agar diyakinkan bahwa rute tersebut sesuai dengan kelas jalan dan tidak ekstrem.

Keselamatan Pengguna Bus Wisata

Bagi pengguna bus wisata, Djoko mengimbau agar BPTD dan Dishub untuk bersiaga pada daerah rawan kecelakaan di tempat-tempat wisata yang memiliki jalur ekstrem. Kemudian agar diyakinkan armada bus kondisi teknisnya, perijinan dan uji laik jalan (keer) dalam kondisi laik untuk melakukan perjalanan.

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan yakni:

1. Bus besar tidak memaksakan masuk daerah ekstrem dengan menyediakan angkutan alternatif.

2. Jika menggunakan google map agar diyakinkan bahwa rute tersebut sesuai dengan kelas jalan dan tidak ekstrem,

3. Untuk kota tujuan wisata dan tempat wisata untuk menyediakan tempat istirahat pengemudi,

4. Agar agen biro perjalanan untuk menyediakan tempat istirahat yang layak bagi pengemudi. Sehingga pengemudi dapat beristirahat dengan baik.

5. Pengemudi harus memiliki kompetensi sesuai dengan peruntukannya.

6. Pengemudi telah melakukan istirahat dengan baik dan cukup sebelum melakukan perjalanan baik dari asal keberangkatan maupun dari daerah tujuan.

7. Untuk trayek dengan waktu tempuh lebih dari 8 jam agar disediakan 2 pengemudi. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel