Tips Nabung Saham untuk Generasi Milenial

Dian Lestari Ningsih, fikri08619-232
·Bacaan 2 menit

<p>1. Melakukan analisis saham

analisi saham
analisi saham

analisi saham

Analisis saham perusahaan harus diketahui oleh setiap investor, karena pengetahuan ini akan menjadi dasar para investor tentang kinerja perusahaan dalam suatu periode dan bisa memperkirakan rencana investasinya. Dalam analisis saham terdapat 2 metode dasar yaitu:

Analisis teknikal adalah analisis yang menggunakan data perdagangan pasar (harga dan volume) yang kemudian dimanipulasi sedemikian rupa hingga membentuk beberapa indikator terkenal seperti MACD, Fibonacci, RSI, Bollinger Band, dan lain sebagainya.

Analisis fundamental adalah analisis yang menggunakan data laporan keuangan perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek untuk digunakan menentukan apakah saham yang sedang dianalisis tersebut masuk kedalam kategori layak dibeli atau harus dijauhi.

2. Selalu mengikut tren pasar

tren pasar
tren pasar

tren pasar

Investor juga harus selalu update tentang hal apa yang dapat mempengaruhi sahamnya. Dalam hal ini investor harus melihat dari sisi pemerintah dan perusahaan. Dari sisi pemerintah, yang harus di ketahui adalah langkah atau kebijakan apa yang diambil pemerintah suatu negara terkait perdagangan apakah ada berita yang dapat memengarui perusahaan yang kita investasikan atau tidak, tidak hanya dalam negeri tetapi juga kebijakan internasional seperti naiknya harga minyak bumi.

Di sisi perusahaan kita harus melihat bagaimana kinerja perusahaan dengan menilisik kebijakan perusaan yang berpengaruh atau terdapat laporan perusahaan yang kurang baik seperti korupsi atau gulung tikar.

3. Mengetahui sentimen pengaruh

sentimen pasar
sentimen pasar

sentimen pasar

Investor juga harus selalu update tentang hal apa yang dapat mempengaruhi sahamnya. Dalam hal ini investor harus melihat dari sisi pemerintah dan perusahaan. Dari sisi pemerintah, yang harus di ketahui adalah langkah atau kebijakan apa yang diambil pemerintah suatu negara terkait perdagangan apakah ada berita yang dapat memengarui perusahaan yang kita investasikan atau tidak, tidak hanya dalam negeri tetapi juga kebijakan internasional seperti naiknya harga minyak bumi.
Di sisi perusahaan kita harus melihat bagaimana kinerja perusahaan dengan menilisik kebijakan perusaan yang berpengaruh atau terdapat laporan perusahaan yang kurang baik seperti korupsi atau gulung tikar.

4. Membuat risiko sendiri

resiko sendiri
resiko sendiri

resiko sendiri

5. Tepat waktu

tepat waktu
tepat waktu

tepat waktu

Dalam hal investasi tidak ada istilah ikut-ikutan, investor harus membuat rencan dan risiko dari awal higga akhir. Jangan sampai investor rugi hanya karena orang lain banyak yang menjual sahamnya, sedangakan saat return-nya naik malah tidak mempunyai investasi. Selalu memikirkan bagaimana perusahaan yang baik.

Investor harus bisa menghadapi risiko yang diterimanya. Selain itu, seorang investor yang baik adalah ia yang berinvestasi pada perusahaan yang dibidik. Secara rutin investor nabung saham per periode dan tidak disarankan untuk investasi pada perusahaan yang berda beda hanya mengetahui saham yang tren nya baik dalam hal sekilas saja atau mengikuti orang lain.

Seperti halnya pepatah asing bahwa waktu adalah uang maka hal tersebut juga diimplementasikan dalam dunia ivestasi. Dalam berinvestasi terdapat istilah tepat waktu dalam penentuan harga beli sekaligus haraga saaat jual. Seorang investor harus kompeten dalam penentuan kapan pasara bermain serta yang harus dimengerti juga adalah kapan tanggal cumdate dan exdate tiapa tahunnya.