Tips optimalkan ponsel untuk kurangi "burnout"

·Bacaan 2 menit

Burnout atau kelelahan mental bisa terjadi karena kesulitan memisahkan pekerjaan dan kehidupan personal dan pekerjaan selama bekerja dari rumah.

Work from home, bekerja dari rumah, mengharuskan seseorang terus terhubung ke internet dan gawainya.

Meski begitu, gawai bisa digunakan untuk mengurangi kelelahan mental, seperti dikutip dari siaran pers Samsung.

Baca juga: Kenali "zoom fatigue" dan pengaruhnya akan kesehatan mental

1. Waktu untuk diri sendiri
Setelah seharian bekerja, berikan hadiah kepada diri sendiri dengan "me time" alias waktu untuk diri sendiri.

Ponsel Android memiliki fitur Digital Wellbeing, kesejahteraan digital, supaya waktu menggunakan gawai tidak berlebihan. Nyalakan fitur tersebut dan atur waktu untuk mengakses aplikasi tertentu sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, pengguna bisa memanfaatkan mode fokus supaya notifikasi dari aplikasi tertentu mati. Atur mode fokus untuk mematikan notifikasi dari email pesan instan ketika sedang "me time".

2. Kebugaran tubuh
Kesehatan mental juga berkaitan dengan kesehatan tubuh, untuk itu menjaga kesehatan mental juga bisa diawali dengan tubuh yang bugar.

Gunakan fitur-fitur penunjang kesehatan yang ada di ponsel, misalnya untuk menghitung langkah kaki dan asupan kalori.

Ponsel juga bisa digunakan untuk menonton video olahraga, memasang aplikasi kebugaran atau menyambungkan dengan perangkat jam tangan pintar.

3. Mengekspresikan diri
Salah satu cara untuk mengatasi emosi yang berlebihan adalah dengan mengekspresikan diri. Ponsel bisa dimanfaatkan untuk membuat jurnal, tulis apa yang dirasakan hari ini di fitur catatan.

Beberapa ponsel juga dilengkapi kemampuan untuk menggambar, terutama untuk ponsel yang bisa tersambung ke stylus. Luapkan perasaan dalam bentuk gambar untuk membantu memahami apa yang dirasakan.

4. Komunikasi dengan orang terdekat
Fungsi utama ponsel tentu untuk berkomunikasi, jangan lupa hubungi orang-orang terdekat di sela-sela kesibukan sehari-hari.mPengguna bisa melepas rindu karena lama tidak bertemu dengan bantuan panggilan video.

Jika beban mental yang dirasakan berlarut-larut, pertimbangkan juga untuk berkonsultasi jarak jauh dengan psikolog.

Baca juga: Kiat atasi "parental burnout" menurut pakar

Baca juga: Bisakah menerapkan gaya hidup "work-life balance" di tengah pandemi?

Baca juga: Kiat jadikan puasa sebagai momen bangkit di tengah pandemi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel