Tips Pilih Cabai Aman Konsumsi dan Menguak Kandungan Nutrisinya

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tidak lengkap rasanya ketika makan gorengan tanpa gigitan cabai. Ada juga yang kurang nafsu makan saat makan tanpa dilengkapi sambal yang pedas.
Sebagai pendamping, beragam jenis cabai yang ada di pasaran mempunyai rasa yang khas dan tentunya berbeda juga kegunaannya. Namun tidak semua cabai memiliki kandungan gizi yang sama. Dan apakah perbedaan warna pada cabai dapat menentukan tingkat kepedasannya?

Dalam program Hidup Sehat tvOne, 16 Maret 2021, dr. Christopher Adrian, M.Gizi, Sp.GK menjelaskan, cabai hijau memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi dibandingkan cabai merah.

Sedangkan cabai merah, bisa dilihat dari warnanya yang mencolok, kandungan vitamin A atau betakarotinnya lebih tinggi dibandingkan cabai hijau. Dan yang membedakan dari kedua cabai tersebut adalah kandungan capsaicin, karena semakin pedas sebuah cabai, pasti memiliki kandungan capsaicin yang lebih tinggi dibandingkan cabai lainnya.

Kandungan Capsaicin adalah zat yang dapat membuat seseorang seperti mengalami kepedasan. Capsaicin bermanfaat untuk meminimalisasi perkembangan kanker, menstimulasi produksi air liur, menstimulasi keringat dan meningkatkan sirkulasi darah.

Contoh terdapat pada cabai rawit yang berwarna merah. Cabai tersebut akan terasa lebih pedas dibandingkan cabai merah besar. Dan jika dilihat dari kandungannya, kandungan capsaicin yang ada di dalam cabai rawit pasti lebih tinggi dibandingkan cabai merah besar.

Apakah warna cabai dapat menunjukkan tingkat kepedasannya?

Hal ini belum tentu karna bisa saja cabai rawit hijau memiliki rasa yang lebih pedas daripada cabai merah. Atau cabai yang warnanya lebih pucat bisa saja lebih pedas dari cabai yang warnanya lebih tua. Dan itu semua tergantung dari varian rasa cabainya tersebut.

Tingkat kepedasan sebuah cabai diukur dengan skala Scoville atau skala SHU. Untuk cabai rawit kecil, memiliki tingkat kepedasan yang cukup tinggi, bisa mencapai 100 ribu SHU. Untuk cabai keriting atau cabai merah besar, bisa mencapai kurang lebih 20 ribu SHU. Dan untuk cabai terpedas di dunia bisa mencapai 1 juta SHU.

Masakan Indonesia dikenal dengan memiliki cita rasa yang khas dan salah satunya karena cabai yang menjadi salah satu bumbu penyedap masakan yang sering digunakan. Lantas bagaimana cara memilih cabai yang aman untuk layak dikonsumsi?

1. Hindari memilih cabai yang warnanya hitam, yang rusak atau busuk
2. Pilihlah warna cabai yang segar dan konsistensinya keras.
3. Pilih yang warnanya segar, kencang dan tidak pucat

Bagaimana cara mengkonsumsi cabai yang benar?

1. Memakan cabai dalam keadaan mentah memang boleh saja tetapi harus dipastikan bahwa cabai tersebut dalam keadaan bersih
2. Harus dicuci terlebih dahulu sebelum di konsumsi.
3. Pilihlah cabai dalam keadaan utuh atau tidak pecah, karena ditakutkan terkontaminasi bakteri yang dapat menyebabkan sakit perut atau diare.
4. Perlu dibatasi agar konsumsi cabai tidak terlalu banyak, karena kandungan capsaicin yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada saluran cerna.

Laporan: Prima Nadia Rahayu