Tips Rencanakan Keuangan yang Tepat Pasca Pandemi COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pandemi COVID-19 yang mengganggu perekonomian membuat masyarakat harus beradaptasi agar tetap bertahan hidup. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan strategi perencanaan keuangan yang tepat di masa mendatang.

Perusahaan perencanaan keuangan, PT Solusi Finansialku Indonesia (Finasialku.com) mencatat adanya beberapa permasalahan utama terkait keuangan yang sering dialami klien perusahaan selama COVID-19.

Permasalahan tersebut di antaranya penghasilan (cash flow) yang terganggu karena bisnis tidak bisa beroperasi dengan normal, hidup dari dana darurat (tabungan) yang hanya bisa bertahan dalam jangka waktu pendek, terjebak dalam pinjaman konsumtif (pinjaman online), hingga ketiadaan jaminan asuransi.

CEO Finansialku.com Melvin Mumpuni menyarankan beberapa solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Pertama, ia menyarankan agar masyarakat melakukan pengecekan kesehatan terhadap kondisi finansial terlebih dahulu. Setelah mengetahui hasilnya, perbaikan bisa dilakukan terhadap aspek finansial yang masih kurang baik (sehat).

Kedua, Melvin menegaskan pentingnya menyediakan dana darurat sesuai dengan status yang disandang seseorang. Status yang dimaksud adalah seseorang yang masih single, sudah menikah, atau sudah memiliki anak.

“Kalau seorang single minimal dana daruratnya 6 kali dari pengeluaran. Jadi, kalau pengeluarannya adalah Rp 10 juta per bulan, setidaknya ada dana darurat sebesar Rp 60 juta. Kalau sudah menikah dana daruratnya 9 kali dari pengeluaran dan kalau sudah punya anak dana daruratnya 12 kali dari pengeluaran,” papar Melvin dalam Webinar Allianz Indonesia, seperti ditulis Sabtu (2/10/2021).

Dana darurat bisa disimpan dalam bentuk rekening, deposito, logam mulia, atau reksa dana.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pentingnya Asuransi

Ilustrasi Asuransi (iStockphoto)
Ilustrasi Asuransi (iStockphoto)

Terakhir, asuransi kesehatan juga sangat diperlukan selama pandemi COVID-19. Berdasarkan data yang didapatkan oleh Melvin, biaya pengobatan untuk pasien positif COVID-19 bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Asuransi kesehatan dalam hal ini membantu masyarakat untuk menanggung biaya pengobatan yang tinggi.

Tak kalah penting dari asuransi kesehatan, Melvin menambahkan bahwa asuransi jiwa berperan untuk menjamin kehidupan keluarga yang ditinggalkan karena COVID-19. Misalnya membiayai pendidikan anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya.

“Kesimpulannya, jangan mengandalkan 1 sumber pemasukan. Yang kedua, punya dana darurat 6-12 kali pengeluaran. Kemudian, lunasi utang-utang yang konsumtif. Yang keempat, punya asuransi,” tutup Melvin.

Reporter: Shania

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel