Tips Saat Melakukan Riset Penelusuran Hoaks Foto dan Video

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Adanya hoaks yang bertebaran di platform media sosial membuat masyarakat masih sering termakan informasi palsu alias hoaks. Untuk itu perlu menelusuri faktanya.

Ini juga menjadi salah satu tema yang diangkat Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) bekerja sama dengan Liputan6.com, yang diadakan secara virtual, Jumat (20/08/2021).

Melalui sub tema Fact-Checking and Emerging Technologies, UNNES bersama Liputan6.com memasukkan materi salah satunya penelusuran hoaks foto dan video.

Tim Cek Fakta Liputan6.com pun membagikan informasi terkait pengecekan fakta, agar masyarakat bisa terhindar dari hoaks yang bertebaran. Salah satunya soal riset dalam penelusuran.

Menurut Edu Krisnadefa, Redaktur Pelaksana Cek Fakta Lliputan6.com, terdapat beberapa tahapan untuk melakukan riset cek fakta terhadap informasi yang terindikasi hoaks yaitu:

1. Sumber/Asal-usul Klaim Sumber yang didapat biasanya tidak jelas darimana asalnya atau menggunakan sumber anonym.

2. Cek Akun Jika benar hoaks, maka biasanya akun yang menyebarkan adalah bukan akun resmi.

3. Bandingkan dengan media arus utama Beberapa klaim biasanya ada yang sudah dicek di media arus utama atau ada informasi terkait dari media arus utama.

4. Konfirmasi Langsung/Hubungi Ahli Untuk mendapatkan fakta, kita harus melakukan konfirmasi langsung atau menghubungi ahli.

5. Mengecek menggunakan tools: Google Reverse Image, Yandex, dan lainnya.

Untuk memudahkan kita dalam melakukan penelusuran fakta terkait foto dan video, kita bisa menggunakan beberapa tools yang memudahkan seperti Google reverse image dan Yandex.

"Selain itu, ada pula tools lain yang bisa digunakan untuk memverifikasi foto atau video, yaitu ada Tineye, Reveye, dan YouTube Data Reviewer,” ujar Fact Checker Liputan6.com Adyaksa Vidi Wirawan saat memaparkan materi terkait penelusuran hoaks foto dan video.

Vidi juga mengimbau mahasiswa bahwa memeriksa fakta adalah sistem yang berkelanjutan dan berproses, hal ini bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja asal selalu menggunakan sumber terpercaya dan mempelajari teknik memverifikasi fakta.

(MG/Geiska Vatikan Isdy)

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel