Tips Selamat dari 8 Situasi Darurat yang Mengancam Nyawa

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kita tidak akan pernah tahu kapan akan mengalami situasi darurat yang dapat membahayakan nyawa.

Dikutip dari Bright Side, Senin (15/2/21), berikut adalah beberapa tips untuk bertahan hidup dalam situasi darurat:

1. Bagaimana Mengatasi Pingsan

Walaupun berada di tengah kerumunan, Anda mungkin tidak memiliki orang yang dapat bereaksi dengan cepat dan tepat jika Anda pingsan.

Berikut adalah yang bisa dilakukan untuk membantu dan mempersiapkan diri:

1. Beri tahu seseorang yang ada di dekat Anda apa yang sedang terjadi dan minta bantuan. Cari dinding, dan bersender. Lalu duduk secara perlahan.

2. Berbaring dengan kaki terangkat atau duduk dengan kepala diturunkan di antara kedua lutut.

3. Tarik napas dalam-dalam.

4. Cobalah untuk mengendus dan menghembus napas dua kali dengan mulut tertutup lalu buang napas.

Penelitia menemukan bahwa metode ini membantu tekanan darah dan detak jantung agar tidak turun.

2. Cara Selamat Jika Jatuh dari Ketinggian

Jika Anda jatuh dari ketinggian yang ekstrem, cobalah ingat untuk:

1. Tirulah gaya penerjun payung.

Dada dan kepala Anda harus mengadap ke bawah. Rentangkan lengan dan kaki Anda dan tekuk pada sudut 90 derajat.

2. Cari tempat untuk mendarat.

Bisa jadi tumpukan jerami atau semak-semak yang bisa berfungsi sebagai bantal.

Air hanya aman jika Anda jatuh dari ketinggian sekitar 45 meter atau kurang.

3. Posisikan tubuh Anda dalam posisi vertikal untuk menyentuh tanah. Lebih baik jatuh ke depan daripada ke belakang.

4. Lindungi kepala dengan kedua tangan terkunci.

Jika Anda jatuh dari gunung atau lereng, tips berikut dapat membantu Anda menghindari cedera serius:

1. Ambil benda-benda yang anda lewati yang 'menempel' di gunung.

2. Jangan menahan tubuh Anda kaku karena bisa berbahaya bagi orang dalam tubuh.

3. Lindungi kepala dengan kedua tangan terkunci.

4. Mendarat dengan lutut sedikit tertekuk.

5. Mendaratlah dengan telapak kaki Anda, sehingga tubuh memiliki kesempatan untuk menyerap benturan dengan lebih efektif.

6. Hindari jatuh secara telentang dan coba jatuh di sisi badan.

3. Selamat dari Sambaran Petir

Petir adalah lecutan yang terjadi ketika ada muatan listrik berkekuatan besar berhimpun dalam awan-awan di langit. (Sumber Pixabay)
Petir adalah lecutan yang terjadi ketika ada muatan listrik berkekuatan besar berhimpun dalam awan-awan di langit. (Sumber Pixabay)

1. Perhantikan sensasi tubuh Anda saat berada di luar rumah. Sebelum tersambar, Anda bisa merasakan rambut di tubuh berdiri tegak. Kulit juga mungkin akan kesemutan dan mungkin akan terdengar suara berdengung atau klik.

2. Meringkuk seperti penangkap bisbol dan letakkan kepala di antara lutut.

Coba berada di posisi ini untuk serendah mungkin, tapi jangan sampai berbaring.

3. Letakkan tangan Anda di atas telinga untuk meminimalisir gangguan pendengaran.

4. Satu-satunya yang harus menyentuh tanah adalah bagian depan kaki.

Satukan tumit kaki sehingga listrik dapat masuk ke salah satu kaki dan keluar dari kaki lainnya, bukan melalui tubuh Anda.

4. Cara Bertahan Hidup di Gurun

Jika Anda terjebak di gurun, memiliki taktik untuk bertahap hidup sangat penting.

1. Jangan bergerak sepanjang hari.

Pilih malam yang lebih sejuk untuk melakukan perjalanan jauh untuk menghemat air dalam tubuh.

2. Cari tempat teduh untuk siang hari dan diam di sana.

Anda dapat membuat tempat berlindung dengan jenis bahan yang dapat ditemukan.

3. Kirim sinyal bantuan.

Ciptakan asap pada siang hari dan cahaya pada malam hari.

4. Temukan sumber air.

Ikuti hewan apapun dan temukan vegetasi paling hijau, lereng keras, berbatuan tidak berpori -- dan mungkin Anda akan menemukan air hujan di sana.

5. Jika merasa lelah, jangan berjalan lebih jauh, minumlah sedikit air -- jika ada, dan istirahatlah.

6. Jauhi tanaman berduri karena Anda dapat terluka dan mendapatkan infeksi.

5. Bagaimana Bertahan Hidup di Hutan

1. Cari air.

Coba untuk periksa area daratan rendah di mana air biasanya ada dan dekat jejak hewan yang Anda lihat.

Jika ada pegunungan, carilah air di kaki tebing.

2. Jika Anda mengumpulkan air hujan, jangan biarkan air berada di dalam wadah terlalu lama karena dapat dikontaminasi oleh bakteri.

Murnikah air tersebut jika bisa.

3. Ikuti semut yang memanjat pohon.

Jika ada semut di pohon, kemungkinan mereka bergerak menuju sumber kelembapan di dalam pohon.

Jika ada, peras airnya langsung ke mulut. Tapi, hati-hati untuk tidak menelan semut.

4. Nyalakan api.

Temukan bahan kecil dan kering seperti daun dan cabang besar dan kecil.

Bangun perapian dengan bahan-bahan tersebut dan gunakan sepotong kayu datar lalu gores alur kecil di tengahnya.

Dengan cabang yang lain, mulai gosok bagian tengah sampai Anda membuat api.

5. Gunakan api dan asap untuk mengirimkan sinyal bantuan.

Tutupi api dengan ranting besar atau wajan apa saja selama tiga sampai detik untuk mengumpulakan asap.

6. Cara Bertahan Hidup Jika Tenggelam

Ilustrasi Tenggelam (pixabay.com)
Ilustrasi Tenggelam (pixabay.com)

Jika Anda berada di bawah air untuk waktu yang lama, Anda harus bisa menahan napas.

Untuk melakukan hal ini, Anda dapat mempraktikkan latihan diafragma yang dapat membantu bertahan hidup.

Coba latihan ini yang dapat membantu menghilangkan kebiasaan bernapas yang buruk dalam kehidupan sehati-hari:

1. Ambil setumpuk buku yang tidak berat.

2. Berbaring di lantai dan letakkan buku-buku tersebut di perut Anda.

3. Tarik napas perlahan ke perut. Buku-buku harus bergerak ke atas sebagai tanda menghirup dengan benar.

4. Buang napas perlahan. Buku-bukunya harus turun.

Lakukan latihan ini beberapa kali.

Anda juga bisa mencoba menahan napas saat berenang.

1. Lakukan pemanasan terlebih dahulu, tanpa menahan napas, sambil berenang 400 meter.

2. Lakukan sepuluh set renang gaya bebas 25 meter tanpa bernapas.

Ambil jeda 15-30 detik di antara set.

Cara terbaik untuk bertahan hidup di bawah air adalah menghindari kesana sejak awal. Jadi, saat Anda mengalami kram otot, lakukan ini:

1. Pastikan Anda mendapatkan cukup air sebelum berenang karena dehidrasi dapat menyebabkan kram.

2. Cobalah untuk berbaring telentang dan mulai mengambang.

Pijat bagian bawah kaki atau bagian kaki Anda yang dengan kencang.

3. Jika Anda mengalami kram di bagian belakang kaki, tekuk lutut sambil melayang di punggung dan mulailah meregangkan kaki dengan menarik jari-jari kaki ke arah Anda.

7. Cara Bertahan dari Dingin

1. Tentukan tanda-tanda awal radang dingin.

Kulit licin, putih, dan keras. Anda juga akan merasakan mati rasa seperti sedang terbakar.

Radang dingin dapat menyerang anak-anak lebih cepat daripada orang dewasa.

2. Jika Anda merasakan sensasi ini, jangan berdiam diri dan mencari perawatan medis profesional.

3. Jangan gunakan pengering rambut, bantalan pemanas, atau perapian untuk menghangatkan.

4. Minumlah minuman hangat, gunakan selimut dan rendam bagian yang terkena radang dingin dalam air bersuhu antara 38 celsius 40 celsius, sampai kulit berubah merah muda.

5. Setelah kulit menjadi merah muda, keringkan dengan sangat lembut dan balut dengan perban.

6. Letakkan perban atau bola kapas di antara jari tangan atau kaki jika terluka.

7. Cari pertolongan medis.

8. Cara Bertahan Dari Serangan Burung Unta

Sekadar informasi, burung unta adalah unggas yang berbahaya. Burung ini bisa bergerak secara cepat, bahkan bisa membunuh predator dengan kaki mereka.

1. Cara teraman untuk bertahan hidup dari serangan burung unta adalah berlindung.

Jangan mencoba lari jauh darinya karena burung unta sangat cepat.

2. Jika Anda tidak bisa berlindung, panjat pohon.

3. Jika tidak ada penutup atau jika tidak ada pohon, pura-pura mati.

Berbaring dengan wajah menghadap ke bawah dan tutupi kepala dan leher Anda dengan tangan.

Itu selalu lebih baik daripada berdiri atau mencoba berlari lebih cepat dari burung unta.

Reporter : Paquita Gadin

Infografis 3 Tips Cuci Masker Kain untuk Cegah Covid-19

Infografis 3 Tips Cuci Masker Kain untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Tips Cuci Masker Kain untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)