Tips Supaya UMKM Enggak Cuma Jago Kandang

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVA – Laporan e-Conomy SEA 2020 Google menemukan bahwa 93 persen responden di Indonesia mengaku akan kembali menggunakan layanan digital seperti e-commerce, bahkan setelah pandemi COVID-19 berakhir.

Menurut Google, mengurangi kemungkinan terpapar COVID-19 dan dinilai lebih hemat tenaga dan waktu, menjadi faktor utama bagi masyarakat dalam belanja online atau membeli barang melalui e-commerce.

Baca: Mampukah Duet Gojek dan Tokopedia Mengguncang Dunia

Sementara itu, survei yang dilakukan Digital Market Outlook, Statista, menyebutkan bahwa pengguna e-commerce di Indonesia tahun ini diperkirakan tumbuh 15 persen dari total 138 juta pengguna pada tahun lalu, atau mencapai 159 juta pengguna.

Adapun pendapatan industri ini juga diprediksi meningkat sebanyak 26 persen atau mencapai US$38 juta (Rp551 miliar) dari US$30 juta (Rp435 miliar) pada 2020. Berkat ekosistemnya yang semakin berkembang, pengguna e-commerce diperkirakan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja, untuk mendukung keberlangsungan bisnis para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah menguatkan lima fokus utama. Kelimanya yaitu edukasi yang berkesinambungan, penyaluran pendanaan, pemasaran online, sistem pembayaran dan logistik, serta ekspor.

Selain manfaat perluasan jangkauan yang diberikan oleh e-commerce asal Singapura itu, rangkaian program edukasi dan pelatihan yang dihadirkan Shopee juga dapat membantu para pelaku UMKM agar dapat belajar untuk memastikan semua pesanan terpenuhi dengan cepat dan tetap menjaga kualitas produk mereka.

“Kami ingin mengasah kompetensi dan pengetahuan mereka (UMKM) dalam mewujudkan ekspor," ungkapnya, Selasa, 27 April 2021. Apa yang disampaikan Handhika tersebut sudah dilaksanakan bersama Pemerintah Kota Surakarta dalam rangka mewujudkan kolaborasi strategis untuk mempersiapkan UMKM Solo Go Ekspor.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming, mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan Shopee dalam memberikan wadah bagi para pelaku UMKM di Indonesia untuk dapat terus berkembang. "Khususnya, dalam menyalurkan produk-produk mereka ke luar negeri,” tutur dia.

Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 40 ribu UMKM di Kota Solo yang terdaftar di Shopee, dan 5 ribu di antaranya memiliki toko ekspor aktif. Hal itu sebagai faktor utama pengembangan ekspansi bisnis para UMKM hingga menjamah pasar ekspor.