Tips Tangani Orang yang Alami Kejang

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kejang merupakan suatu kondisi akibat terjadinya gangguan aktivitas listrik di otak. Gangguan tersebut dapat dipicu oleh penyakit di otak, atau kondisi lain yang secara tidak langsung memengaruhi fungsi otak.

Kondisi ini sering kali ditandai oleh gerakan tubuh yang tidak terkendali dan disertai dengan hilangnya kesadaran. Saat mendapati keluarga, anak, atau orang lain yang mendadak kejang dihadapan kita, terkadang kita bingung harus berbuat apa.

Sebaiknya tak perlu panik, karena pertolongan pertama dari Anda bisa menyelamatkannya. Dalam program tayanga Hidup Sehat TvOne, Spesialis Jantung dr. Vito Damay, Sp.JP(K), M.Kes, FIHA, FICA FAsCC, dan dr Sheila Salsabila BMedSc memberikan tips bagaimana memberikan pertolongan pada orang yang mengalami kejang.

Baca juga: COVID-19 Masih Mengintai, Ingat Aturan Ini saat di Tempat Umum

Pertama, masyarakat yang melihat hal tersebut jangan panik. Setelah itu, singkirkan benda-benda aneh dan tajam yang dapat membuat orang tersebut cidera.

"Intinya kita menghindari cidera," kata dr. Sheila.

Setelah itu baringkan orang tersebut, lalu beri alas bisa berupa bantal atau kain, atau baju untuk menyangga bagian leher. Selain itu longgarkan ikat pinggang dan kacing baju atas orang tersebut. Sheila juga menyebut jangan tepuk atau tahan badan seseorang ketika dia sedang mengalami kejang.

"Jangan tepuk atau tahan seseorang ketika mereka sedang kejang. Kita harus tetap disampingnya dan tetap tenang biarkan kejangnya lemah sendiri," kata Sheila.

Setelah intensitas kejang mulai menurun, Vito menjelaskan bisa hadapkan orang tersebut pada posisi miring. Dengan posisi dimana salah satu tangan taruh di belakang wajah.

"Taruh tangan di belakang wajah dan posisikan badan miring ke samping sedangkan tangan yang lain dilebarkan," tutur Vito.

Ia menjelaskan, posisi tersebut dimaksudkan agar air liur atau muntahan orang tersebut tidak masuk ke area jalur pernafasan. Selain itu, jika seseorang mengalami kejang lebih dari lima menit atau mengalami kejang dua kali segera hubungi petugas medis.

"Karena ditakutkan ketika kejang lebih dari 30 menit maka akan terjadi kerusakan pada otak," ujar Vito.