Tips untuk Mahasiswa yang Skripsinya Belum Kelar-kelar

·Bacaan 1 menit

VIVA – Tugas akhir kuliah (skripsi) sering menjadi momok yang menghantui mahasiswa tingkat akhir. Apalagi kalau mahasiswanya sudah di semester kelewat akhir alias sudah legend di kampus, tugas akhir bakal selalu menari-nari di kepalanya berpasangan dengan pertanyaan “kapan wisuda”.

Di momen ini, kebanyakan mahasiswa akan berangan kalau lebih baik dia masih sebagai mahasiswa baru, yang meski banyak tugas, tapi kepala tak sesumpek memikirkan skripsi yang tak tahu kapan selesainya. Padahal, sewaktu baru masuk kuliah inginnya cepat-cepat jadi mahasiswa tingkat akhir yang tinggal menyelesaikan skripsi, dan tidak banyak tugas kuliah.

Eh, pas sudah jadi mahasiswa akhir, baru tahu ternyata memerankan drama skripsi tak seasik nonton drama korea. Adegan dalam drama-drama skripsi bisa semakin dramatis jika kamu dapatnya dosen pembimbing yang super baik dan penuh perhatian.

Saking baiknya, di sela-sela kesibukan dia rela meluangkan waktu untukmu bahkan sampai capek-capek mengukirkan goresan penanya di skripsimu, serta dengan penuh perhatian yang melebihi perhatian si doi kepadamu dia memeriksa setiap halaman skripsi: catatan kaki, ibid, loc.it, op.cit, umur buku yang dikutip, sampai detail penggunaan setiap kata, misal kebetulan kamu menulis “tak” bakal dikomen kalau dalam penulisan ilmiah yang harus digunakan adalah bentuk baku “tidak”.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel