Tiru AS, Indonesia Genjot Vaksinasi Covid-19 Guna Percepat Pemulihan Ekonomi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Deputi Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) Bank Indonesia (BI), Riza Tyas Utami, mengatakan vaksinasi Covid-19 jadi salah satu kunci utama agar Indonesia bisa mempercepat proses pemulihan ekonomi, dan mengejar ketertinggalan dari negara seperti Amerika Serikat (AS), China dan India.

Riza menyatakan, negara maju yang dipimpin oleh Amerika Serikat pasca Presiden Joe Biden menjabat langsung mengakselerasi program vaksinasi guna menggenjot pertumbuhan ekonomi.

"Kalau kita lihat negara-negara yang mengalami pertumbuhan, mengalami pemulihan yang lebih cepat memang didukung oleh akselerasi pelaksanaan vaksinasi yang terjadi, terutama di negara maju," kata Riza dalam sesi Pelatihan Wartawan BI secara virtual, Kamis (25/3/2021).

Menurut dia, ada beberapa faktor mengapa AS, China dan India dapat mengakselerasi program vaksinasinya. Pertama dari sisi kemampuan suplai vaksin yang besar, lalu pelaksanaan vaksinasi yang didukung oleh ketersediaan alat kesehatan (alkes) dan fasilitas pendukung lain.

"Amerika yang pada saat Presiden Trump sempat mengalami kemunduran, kemudian pergantian pemerintahan, ini menyebabkan mereka bisa mengejar vaksinasi dengan sangat cepat. Sehingga Amerika sekarang berada pada nomor 4 akselerasi pelaksanaan vaksinasinya," ujarnya.

Hasilnya, pemulihan ekonomi di ketiga negara tersebut yang dipimpin oleh Amerika Serikat mampu mengungkit ekonomi global yang membaik.

Namun masih belum berjalan seimbang, lantaran pergerakan positifnya belum dibarengi oleh banyak negara, terutama negara berkembang atau emerging market (EM), termasuk Indonesia.

"Sebenarnya salah satu faktor utama yang menyebabkan pertumbuhan tadi antara negara maju dan beberapa negara EM dengan negara EM yang lain, salah satu kuncinya adalah pelaksanaan vaksinasi," tegas Riza.

Penyuntikan Vaksin Covid-19 Indonesia Kalah Jauh dari India dan AS

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada atlet di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (26/2/2021). Sebanyak 5.000 atlet diprioritaskan karena mereka dijadwalkan mengikuti beberapa kejuaraan single event maupun multievent dalam waktu dekat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada atlet di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (26/2/2021). Sebanyak 5.000 atlet diprioritaskan karena mereka dijadwalkan mengikuti beberapa kejuaraan single event maupun multievent dalam waktu dekat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyambut baik program vaksinasi Covid-19 yang berjalan di Indonesia. Menurut dia, vaksinasi akan memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang 2021 ini.

"Kalau vaksinasi berjalan terus dengan sukses, maka kita bisa berharap tren meningkat lagi bisa terus terakselerasi lagi di bulan Maret dan Q2 (2021) mendatang. Ini tanda positif dan nyata, bahwa kegiatan ekonomi sangat tergantung dari vaksinasi," ujarnya dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Selasa (23/3/2021).

Sri Mulyani menyatakan, Indonesia bahkan masuk peringkat 12 besar sebagai negara pemberi vaksin dengan jumlah tertinggi di dunia, yakni sebesar 7,84 juta dosis per 21 Maret 2021.

Namun, ia mencatat, jumlah vaksinasi Indonesia dalam hitungan hari masih jauh tertinggal dari India dan Amerika Serikat. Berdasarkan catatannya, jumlah penyuntikan vaksin di Indonesia baru mencapai rata-rata harian 36 ribu per hari.

"Tapi dibanding Amerika dan India, itu bisa capai 2 juta per hari dari sisi dosis pemberian vaksin. Amerika Serikat bahkan sampai 2,8 juta per hari," jelas dia.

Catatan selanjutnya, empat daerah penyokong ekonomi terbesar Indonesia juga masih memiliki kasus positif Covid-19 terbesar. Antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"DKI masih dominan, diikuti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur . Ini daerah yang kontribusi ke ekonomi nasional terbesar. Ini ingatkan kita bahwa Covid buat kita harus bangkitkan ekonomi," tegas Sri Mulyani.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: