Tiru Singapura, Menhub: Kita Harus Menerima Pandemi Jadi Teman Kita

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan aplikasi PeduliLindungi tidak cukup untuk memperkuat sektor transportasi di masa pandemi covid-19.

Melainkan, Indonesia harus memiliki link internasional untuk mendapatkan informasi yang terjadi di dunia terkait pandemi.

“Katakan PeduliLindungi sudah bagus kita cangkok menjadi satu kekuatan tertentu yang bisa memperkuat sektor transportasi, tapi tidak cukup dengan itu. Kita harus memiliki link-link internasional agar kita tahu fakta yang terjadi di dunia internasional seperti apa,” kata Menhub Budi dalam Kick Off Harhubnas 2021, Rabu (1/9/2021).

Menhub berpendapat, jika Indonesia bisa belajar dari Singapura dalam menyikapi pandemi covid-19 dengan merubah pola kerja, pola organisasi, dan melakukan mereformasi digitalisasi di tanah air.

“Kita harus survival dalam masa pandemi yang lebih panjang dan Singapura menyikapinya dengan suatu kampanye yang happy, menerima pandemi adalah teman kita, pandemi adalah suatu keniscayaan, dan pandemi harus ditanggapi sama persis dengan disrupsi terhadap digitalisasi,” jelasnya.

Selain merubah pola kerja, pola organisasi dan melakukan mereformasi digitalisasi, penting juga untuk mempersiapkan etos kerja baru dengan berkolaborasi tidak hanya di dalam negeri tapi juga internasional untuk menghadapi pandemi.

“Kita harus menyiapkan etos kerja baru yang ada di lingkungan kita, dan kita harus berkolaborasi tidak saja di dalam negeri tapi juga di internasional. Kita memang saatnya harus memproyeksikan diri setara dengan negara-negara asing. Pertumbuhan kita relatif baik dan kita dihargai berkat upaya-upaya presiden,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Indonesia Mampu

Menhub Budi Karya Sumadi tiba untuk dites dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). Menhub akan mengimplementasikan penggunaan GeNose C19 sebagai alat pendeteksi COVID-19 pada calon penumpang di terminal dan stasiun kereta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Menhub Budi Karya Sumadi tiba untuk dites dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). Menhub akan mengimplementasikan penggunaan GeNose C19 sebagai alat pendeteksi COVID-19 pada calon penumpang di terminal dan stasiun kereta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Menurutnya, Indonesia bisa menyusul keberhasilan negara asing lainnya dalam mengendalikan pandemi covid-19. Hal itu terbukti bahwa Indonesia berada diurutan ke-7 besar di dunia yang telah melakukan vaksinasi terbanyak.

“Vaksinasi kita masuk 7 besar yang terbanyak, Saya bangga terimakasih karena itu sangat berarti bagi bangsa ini,” pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel