Titik Kerusakan Drainase di Yogyakarta Meluas

Yogyakarta (ANTARA) - Titik kerusakan drainase di Yogyakarta semakin meluas, tidak hanya di Jalan Kenari dan Kusumanegara yang menyebabkan jalan ambles, namun juga terjadi di setidaknya dua lokasi lain yaitu di Jalan Kolonel Sugiono dan Babaran.

"Kami juga akan mengecek kondisi Jalan Gambiran. Ada laporan yang masuk mengenai kerusakan drainase di jalan tersebut yang mengakibatkan jalan ambles," kata Kepala Bidang Drainase dan Pengairan Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta Aki Lukman di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, kerusakan drainase yang menyebabkan jalan ambles yang sudah tertangani adalah di Jalan Kusumanegara, sedang kerusakan di lokasi lain belum ditangani namun di sekitar titik kerusakan sudah diberi tanda pengaman agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Perbaikan drainase yang mendesak untuk segera dilakukan adalah di Jalan Kusumanegara, tepatnya di sisi barat Jembatang Gadjah Wong dekat Kebun Binatang Kusumanegara karena air sudah menggerus bagian bawah permukiman.

"Perbaikan rencananya akan dilakukan pada Kamis (21/2) karena masih ada penduduk yang akan mengambil berbagai barang," lanjutnya.

Sementara itu, akibat kerusakan drainase di Jalan Babaran membuat jalan tersebut ambles dengan kedalaman sekitar empat meter dan diameter sekitar 1,5 meter. Amblesnya Jalan Babaran tersebut terjadi pada Senin (18/2) sore.

"Kami masih melihat bagaimana kondisi kerusakan di Jalan Babaran tersebut untuk menetapkan bagaimana perbaikannya termasuk dana dan material yang dibutuhkan," tuturnya.

Sedangkan di Jalan Kolonel Sugiono, kerusakan drainase tidak terjadi di ruas jalan melainkan di trotoar, sehingga tempat pejalan kaki tersebut berlubang dengan diameter sekitar empat meter dan kedalaman empat meter.

Aki mengatakan, perbaikan akan dilakukan dengan menggunakan pelat beton agar proses perbaikan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan dinding drainase lebih kuat.

Selain usia drainase yang sudah tua, lanjut Aki, kerusakan saluran air tersebut juga dipicu oleh sejumlah faktor lain seperti tekanan akar pohon, pengaruh gempa 2006, dan debit air yang besar.

"Kami sudah mengajukan anggaran ke pemerintah pusat sejak bertahun-tahun lalu untuk perbaikan drainase sebesar Rp25 miliar. Namun belum ada tanggapan," katanya.

Aki menambahkan, dana yang dimiliki bidang yang dipimpinnya untuk pemeliharaan drainase dan talud juga terbatas, masing-masing Rp432 juta dan Rp490 juta serta dana insidentil Rp400 juta.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.