Titik Penyekatan PPKM Darurat di Tanah Air Ditambah, Total ada 998

·Bacaan 1 menit

VIVA - Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Istiono, terus mengevaluasi tiap pos penyekatan yang didirikan selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Ratusan pos ini, bertujuan memantau pembatasan mobilitas dan pengendalian mobilitas masyarakat.

Polri bersama pihak terkait lantas sepakat menambah sejumlah titik penyekatan. Kini, total ada sebanyak 998 titik penyekatan yang awalnya yaitu hanya 651 lokasi penyekatan.

“Jadi, sekarang ada 998 titik penyekatan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu 14 Juli 2021.

Dia memastikan, aparat gabungan pada lokasi penyekatan akan memutar balik para pengendara di sektor non esensial dan kritikal yang masih bergerak menuju ke kantornya. Masyarakat diharap bisa kian patuh dengan aturan PPKM Darurat.

“Peran serta masyarakat menjadi kunci daripada memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jadi tetap di rumah saja bagi yang tidak berkepentingan,” katanya.

Baca juga: PPKM Darurat, Penghuni 4 Rusunawa di Surabaya Dua Bulan Gratis

Sebelumnya, Presiden Jokowi pada Kamis, 1 Juli 2021, memberikan pengumuman mengenai PPKM Darurat menyusul makin meningkatkan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia dan merebaknya varian baru Corona Delta.

"Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali," kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta sebagaimana disiarkan via YouTube Sekretariat Presiden.

Pembatasan aktivitas masyarakat akan dilakukan dengan lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Pengaturan akan dilakukan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi.

"Situasi ini membuat kita harus mengambil langkah-langkah yang lebih tegas," kata Jokowi lagi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel