Titik Terang Kasus Pembunuhan Bocah 4 Tahun di Jambi, Keluarga Serahkan Rekaman CCTV

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus pembunuhan anak perempuan berinisial Ky (4) di Jambi belum berhasil diungkap polisi. Untuk membantu penyelidikan, pihak keluarga menyerahkan rekaman CCTV dari warga sekitar kepada Polresta Jambi.

Kuasa hukum keluarga Ky, Ferdi mengatakan, pihaknya telah menyerahkan barang bukti CCTV dan saksi tambahan kepada penyidik untuk membantu pengungkapan kasus ini. Namun, dia enggan merinci apa saja isi rekaman itu.

"Bukti dan saksi tambahan berupa CCTV sudah kita serahkan, saya tidak bisa beri tahu seperti apa, tetapi ini bisa menjadi pintu gerbang dalam kasus ini," kata Ferdi, Kamis (11/8).

Pelaku Diduga Orang Dekat

Melalui CCTV itu, kata Ferdi, pihak kepolisian telah meminta keterangan empat orang saksi. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan ada yang bisa dijadikan tersangka di antara keempat orang itu.

Ferdy menduga tewasnya Ky murni kasus pembunuhan bukan penculikan. Pelakunya diperkirakan orang di sekitarnya.

"Ya orang-orang dekat situlah, kita menduga seperti itu. Tetapi kita harus detail dan secara yuridis dalam kasus ini," katanya.

"Nah, untuk motifnya tentu itu ranahnya penyidik, yang jelas kita akan kawal kasus ini dan kita juga tetap melakukan kontrol kepada pihak keluarga,"tambahnya

Korban Dibawa Naik Mobil

Sementara paman Ky, Aman Sentosa (46) mengatakan bahwa dalam rekaman CCTV itu terlihat Ky dibawa beberapa orang, termasuk anak kecil dan seorang perempuan dewasa, dengan berjalan kaki hingga menaiki mobil.

"Ada seorang ibu-ibu. Dibantu oleh seorang pria. Sekitar 11.23 WIB hari Sabtu tanggal 23 Juli lalu," ujarnya.

Ia mengatakan sejumlah orang itu tinggal tidak jauh dari rumah keluarga Ky di RT 28 Kelurahan Rawasari.

"Rekaman ini sudah kami serahkan ke polisi. Mereka orang sini, kami kenal,"tutupnya.

Sebelumnya, jasad Ky ditemukan dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau septic tank di RT 13, Rawasari, Alam Barajo, Kota Jambi, Senin 25 Juli 2022. Berdasarkan hasil autopsi, korban diduga dibunuh.

Reporter: Hidayat. [yan]