Titik Terendah Red Bull Tak Mengganggu Verstappen

Muhammad Pratama Supriyadilah
·Bacaan 1 menit

Max Verstappen memang digadang-gadang menjadi pembalap top Formula 1 di masa depan. Namun, jika ingin membuat ambisi tersebut menjadi nyata, sang pembalap juga harus didukung dengan mobil yang kompetitif.

Tak ada yang meragukan kemampuan Max Verstappen sebagai seorang pembalap. Bagaimana tidak, pembalap asal Belanda ini menjalani debutnya di Formula 1 saat berusia 17 tahun.

Max Verstappen pun diprediksi akan menjadi juara dunia di masa depan. Namun, sudah lima tahun membalap di ajang jet darat, Verstappen dinilai sering melakukan kesalahan “rookie”.

Banyak yang menyatakan bahwa kesalahan pembalap 23 tahun itu bukan karena Verstappen yang tak bisa mengemudikan mobil Formula 1.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16, Valtteri Bottas, Mercedes F1 W11, dan Lewis Hamilton, Mercedes F1 W11

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16, Valtteri Bottas, Mercedes F1 W11, dan Lewis Hamilton, Mercedes F1 W11<span class="copyright">Charles Coates / Motorsport Images</span>
Max Verstappen, Red Bull Racing RB16, Valtteri Bottas, Mercedes F1 W11, dan Lewis Hamilton, Mercedes F1 W11Charles Coates / Motorsport Images

Charles Coates / Motorsport Images

“Tapi Max harus bisa beradaptasi dengan situasi seperti itu. Dia harus bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mobilnya. Merasa frustrasi tak bisa membantunya dan Max tahu itu.

Pernyataan Jos Verstappen itu adalah respon mengenai pilihan yang dibuat oleh pihaknya saat Max hendak promosi ke Formula 1.

Saat itu, Max, Jos dan manajernya, Raymond Vermeulen, mendapatkan tawaran dari Red Bull dan Mercedes untuk balapan di F1. Banyak yang mengira, jika Max memilih Mercedes, dirinya sudah menjadi juara dunia.

“Kami semua ingin Max bersaing untuk gelar juara dunia. Tapi dengan kerja keras, pencapaian tersebut akan lebih bernilai. Jadi, kami berharap di musim depan kami bisa meraih sukses bersama Red Bull,” Jos mengakhiri.