Tjahjo Kumolo: Andika Perkasa Cukup Dekat dan Memahami Presiden Jokowi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo menilai, keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajukan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI sudah tepat. Selain perwira senior TNI, Andika juga cukup dekat dan memahami Jokowi.

"Keputusan Presiden mengirim KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI adalah tepat, karena kepala staf TNI AD adalah perwira tinggi senior di antara kepala staf matra TNI lainnya," kata Tjahjo dikutip dari keterangannya, Minggu (7/11/2021).

"Di sisi lain, KSAD Andika juga orang yang cukup dekat dan memahami Presiden Bapak Joko Widodo," sambung dia.

Andika Perkasa diketahui pernah menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) saat Jokowi baru saja dilantik sebagai Presiden RI pada 2014. Tak hanya itu, Andika tercatat pernah menjabat sejumlah jabatan strategis lainnya di TNI AD.

Mulai dari, Panglima Kodam Teritorial, Komandan Panglima Divisi Tempur Kostrad, hingga KSAD. Dengan begitu, Andika diyakini memiliki komunikasi yang baik dengan masyarakat.

"Sehingga komunikasi dengan masyarakat sudah mampu dilaksanakan dengan baik oleh calon Panglima TNI Jenderal Andika," ucap Tjahjo.

Tak Masalah 1 Tahun Menjabat

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa melambaikan tangan sebelum menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/11/2021).  Andika Perkasa menjadi calon kuat pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yang pensiun bulan ini. (Liputan6 com/Angga Yuniar)
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa melambaikan tangan sebelum menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). Andika Perkasa menjadi calon kuat pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yang pensiun bulan ini. (Liputan6 com/Angga Yuniar)

Dia menilai, masa jabatan Andika sebagai Panglima TNI yang hanya 1 tahun tak menjadi masalah. Menurut Tjahjo, Presiden Jokowi bisa saja mengangkat pejabat negara yang masa jabatannya hanya 1 bulan.

"Walaupun 1 tahun saya yakin Jenderal Andika mampu secara konprehensif menjabatkan dan melaksanakan skala prioritas dan renstra TNI untuk jangka pendek maupun jangka panjang," jelas Politisi PDI Perjuangan itu.

Presiden Jokowi mengajukan nama Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto. Andika Perkasa telah menjalani fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan pada Sabtu 6 November 2021 bersama Komisi I DPR RI.

Komisi I DPR RI pun menyetujui Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI usai mendengarkan pemaparan dan tanya jawab.

Usai disetujui Komisi I DPR, langkah selanjutnya pada Senin 8 November 2021, DPR akan menggelar Rapat Paripurna untuk mengesahkan Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI.

Karier Moncer dan Harta Kekayaan Jenderal Andika Perkasa

Infografis Karier Moncer dan Harta Kekayaan Jenderal Andika Perkasa. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Karier Moncer dan Harta Kekayaan Jenderal Andika Perkasa. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel