Tjahjo Minta Semua ASN Baca Pancasila Tiap Pekan Mulai Juli

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN-RB), Tjahjo Kumolo menyerukan kepada seluruh instansi negara untuk melakukan apel pagi dalam rangka meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta NKRI. Salah satu kegiatan yang didorong adalah apel pagi serta pengibaran bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya kepada seluruh pejabat pimpinan dan pegawai kementerian, lembaga serta pemerintah daerah.

Hal itu diketahui sudah dilakukan sebelumnya lewat surat edaran Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X yang meminta mengumandangkan lagu Indonesia Raya di ruang - ruang publik, termasuk instansi pemerintah daerah dan kantor swasta.

"Seluruh pegawai di kantor jam 10.00 tepat (setiap Selasa dan Kamis) berdiri dengan sikap sempurna di tempat kerja masing-masing untuk mendengarkan/menyanyikan Indonesia Raya dan mengikuti pembacaan teks Pancasila. Mulai minggu ini sampai sebulan ke depan akan dilaksanakan di kantor Kemenpan-RB. Awal bulan Juli, dicoba diimbau di seluruh kantor kementerian/lembaga/pemda,” kata Tjahjo dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu 9 Juni 2021.

"Dan pembacaan teks Pancasila setiap Rabu dan Jumat pukul 10:00 WIB diikuti oleh seluruh pejabat pimpinan dan pegawai kementerian, lembaga serta pemerintah daerah.

Kata Tjahjo, kegiatan ini bisa dilakukan secara virtual dan kehadiran fisik terbatas mengingat situasi pandemi COVID-19. Kegiatan apel pagi juga disertai pembacaan teks Pancasila, pembacaaan Ikrar Kopri, pengarahan pembina upacara serta ditutup doa. Untuk kegiatan apel pagi dilakukan setiap hari senin pada pukul 8:00 seperti sering dilakukan ASN dalam setiap upacara pada hari-hari besar.

Adapun kegiatan ini diminta dimulai Minggu kedua Juni 2021.

"Kemenpan-RB terinspirasi dan mengembangkan seruan Gubernur DIY, Sultan HB X. Tidak hanya lagu Indonesia Raya, tetapi juga pembacaan teks Pancasila,” ujarnya.

Tjahjo pun meminta segenap pihak agar berani melawan kelompok atau individu yang hendak mengganti Pancasila sebagai dasar negara. ASN yang berjumlah 4,2 juta harus menangkal penyusupan paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara.

Sebelumnya diberitakan VIVA, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mencanangkan Gerakan Indonesia Raya Bergema dari kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis, 20 Mei 2021.

Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional 2021, gerakan itu dicanangkan sebagai ajakan untuk mengumandangkan lagu Indonesia Raya secara berkelanjutan di ruang publik.

"Momentum hari ini sejatinya ingin menggugah ingatan kita bahwa Indonesia Raya membuat kita bangkit 'gumregah' dengan amalan 'bangunlah jiwanya, bangunlah badannya' di mana bersemayam ruh yang mampu memperteguh semangat kebangsaan dalam membangun Indonesia Raya yang maju dan bermartabat," kata Sultan dalam sambutannya, Kamis, 20 Mei 2021.

Oleh sebab itu ia mengajak masyarakat Yogyakarta untuk membangkitkan Gerakan Indonesia Raya Bergema seperti halnya saat perjuangan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang mampu membawa inspirasi semangat kebangsaan yang hidup di hati masyarakat luas.

"Kalau dahulu digemakan oleh samangat kebangsaan autentik, kini kita menggemakan semangat kebangsaan baru abad millenial agar benar-benar mau membangun 'jiwa ragaku demi Tanah Airku tanah tumpah darahku dan di sanalah aku berdiri' seraya berseru Indonesia bersatu," kata Raja Keraton Yogyakarta ini.