TKDN Produk Geomembrane Indonesia Kini di Atas 40 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Kencana Tiara Gemilang atau KTG yang telah memproduksi produk geomembrane sejak 2015, kini semakin mantap menjadi produsen geomembrane pertama dengan produk 100 persen buatan Indonesia.

Lewat KTG Technic, KTG Indonesia berfokus pada produksi beragam varian geomembrane yang telah dipercaya di berbagai proyek konstruksi, properti dan infrastruktur.

Kepercayaan kontraktor dan aplikator pada produk KTG tidak hanya terbatas di bidang konstruksi, produk KTG juga telah digunakan di bidang agroindustri seperti lahan pertanian dan tambak.

Sebagai pionir dalam produksi Geomembrane lokal dengan kualitas Internasional, Geoprotec telah berhasil memenuhi regulasi dari Kemenperin dengan berhasil mendapatkan Sertifikasi TKDN di atas 40 persen.

"Pencapaian Sertifikasi TKDN di atas 40 persen ini merupakan langkah positif bagi kami, dengan sertifikasi ini membuka lebar kesempatan KTG untuk menjadi produk yang direkomendasikan untuk mendukung proyek strategis pembangunan nasional," kata Direktur PT Kencana Tiara Gemilang Hermanto Tanoko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Selain itu, menjawab tantangan Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono yang mendorong penggunaan produk dalam negeri untuk bidang Properti dan Konstruksi melalui PP 29 tahun 2018, KTG menghadirkan produk geomembrane berstandar Internasional, produk dengan brand Geoprotec ini tersedia mulai dari 0.3 mm hingga ketebalan 3 mm yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Dengan kapasitas produksi mesin yang dimiliki oleh KTG saat ini, kebutuhan geomembrane di Indonesia di masa mendatang optimis dapat terpenuhi secara swasembada oleh produsen dalam negeri.

Geoprotec telah memenuhi standar uji Internasional Geosynthetic Research Institute (GRI) GM 13 dan telah melalui pengujian yang ketat di laboratorium internal maupun eksternal. Pengujian eksternal dilakukan di Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi di bawah koordinasi Kemenristek RI dan Laboratorium TRI di Canada untuk menjamin mutu produk KTG setara kualitasnya dengan produk geomembrane produksi luar negeri.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Proyek Pemerintah

Ilustrasi gambar bangunan konstruksi dengan beton. (Free-Photos/pixabay.com)
Ilustrasi gambar bangunan konstruksi dengan beton. (Free-Photos/pixabay.com)

Geoprotec telah dipercaya sebagai bagian dari berbagai proyek pemerintah dan swasta, seperti fasilitas penyediaan air melalui pembangunan konstruksi embung air (water containtment) yang banyak membantu petani dan masyarakat di daerah kekurangan air bersih, tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah yang ada di setiap kabupaten kota serta proyek revitalisasi daerah aliran air dan danau.

KTG juga memproduksi geotextile woven dengan brand Geowoven dan geocell dengan merk Geoprocel yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan yang beragam di bisnis properti dankonstruksi.

Melalui divisi KTG Agro, KTG dengan konsisten mendukung pertumbuhan agro-industri di Indonesia dengan menghadirkan produk-produk pertanian yang mendukung sektor pertanian dan tambak garam di Indonesia. Mulsa dan Plastik UV produksi KTG telah membantu meningkatkan kualitas produksi pangan di berbagai daerah sentra pertanian di seluruh Indonesia.

KTG Innovation adalah divisi ketiga yang merupakan jawaban dari KTG atas kebutuhan-kebutuhan inovasi berbasis geomembrane. E-Pond merupakan produk inovatif KTG untuk solusi budidaya perikanan di lahan terbatas dan E-Gas sebagai solusi energi terbarukan ramah lingkungan. Kedua solusi ini dikembangkan untuk secara strategis menggerakkan kembali ekonomi mikro di Indonesia.

Dengan semangat “melalui penggunaan yang tepat, plastik dapat mendukung pelestarian lingkungan” KTG senantiasa menghadirkan inovasi-inovasi baru 100% karya bangsa Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel