TKI Rumah Tangga di Hong Kong Bisa Menjadi Warga Tetap

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Moh Jumhur Hidayat senang karena pekerja asing sektor rumah tangga bisa menjadi warga tetap.

Kabar baik itu datang dari Putusan Pengadilan Hongkong, Jumat kemarin. Dengan begitu, status ini menghapus diskriminasi yang dialami TKI. "Ini langkah sangat positif. Karena aturan sebelumnya, mereka yang berhak menjadi warga tetap hanya berlaku bagi pekerja asing non sektor rumah tangga," kata Jumhur dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, di Jakarta, Minggu (2/10/2011), menanggapi putusan Pengadilan Tinggi Hong Kong.

Jumhur menyebutkan saat ini terdapat sekitar 147-150 ribu TKI di Hong Kong dan mayoritas merupakan penata laksana rumah tangga termasuk, merangkap pengasuh bayi dan orangtua jompo. Para TKI di Hong Kong memperoleh gaji sekitar Rp 3.5 juta sampai 4 juta per bulan. Mereka juga mendapat hak libur sehari sepekan.

Dikatakannya, TKI penata laksana rumah tangga tak bisa begitu saja menjadi warga tetap atau mendapat permanent residence. Hal tersebut dibolehkan kepada mereka yang sudah bekerja selama tujuh tahun di Hong Kong. Keputusan ini sebagai bentuk penghargaan hak asasi manusia kepada pekerja sektor rumahtangga yang tak pernah bisa diperoleh sebelumnya.

Namun, kata Jumhur, dengan ketentuan baru itu bukan berarti akan banyak orang Indonesia mengejar kesempatan menjadi warga tetap di Hong Kong. Mengingat TKI umumnya punya kebiasaan tetap pulang ke tanah air atau kembali kepada keluarganya di Indonesia secara rutin atau berkala.

Bila ada TKI yang berminat menjadi warga tetap di Hong Kong, kesempatan itu pun sekarang terbuka. "Jadi, ini menjadi pilihan bebas bagi para TKI mau pulang atau menetap di Hong Kong. "Artinya perlindungan HAM terhadap TKI benar-benar telah dihargai di Hong Kong," ujarnya.

Ketentuan baru itu, tak berarti harus ditafsirkan adanya kebebasan pindah kewarganegaraan, karena hal itu tidak relevan untuk dilakukan oleh TKI yang kerap menjunjung keindonesiaannya. Untuk tinggal tetap di sana jelas tak ada masalah, seperti juga berlaku di berbagai negara lain di mana banyak WNI/TKI melakukannya, tanpa perlu mengubah kewarganegaraan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.