TKW asal Banda Aceh yang lumpuh di Malaysia butuh perhatian pemerintah

·Bacaan 3 menit

Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kota Banda Aceh Syarifah Mazidah (53) saat ini dalam kondisi lumpuh dan sempat terlantar di Malaysia setelah mengalami stroke sehingga pihak keluarga meminta perhatian pemerintah untuk memulangkannya.

"Syarifah Mazidah asal Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh yang bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia. Dia dikabarkan lumpuh dan terlantar saat ini," Ketua Aliansi Inong Aceh (AIA) Nova Rahmawati, di Banda Aceh, Jumat.

Mewakili keluarga, Nova mengatakan, Syarifah saat ini sedang dalam kondisi lemah dan tidak bekerja sehingga pihak keluarga meminta Pemerintah Aceh untuk dapat memulangkan anggota keluarganya itu ke kampung halamannya dan membayar sisa hutang perawatan di rumah sakit.

Nova menjelaskan, Syarifah pertama berangkat ke Malaysia pada 2014 dan sempat bekerja sebagai asisten rumah tangga. Dia juga memiliki seorang anak yang dititipkan di tempat adiknya.

"Keluarga sempat kehilangan kontak, tidak ada komunikasi dengan keluarga di kampung selama enam tahun. Sebulan lalu ada kabar dari grup facebook Anak Rantau Aceh bahwa Syarifah dalam keadaan sakit dan setengah badan lumpuh," ujarnya.

Baca juga: Kemnaker: Draf MoU perlindungan PMI di Malaysia fokus ke jenis kerja

Baca juga: Menaker: Penempatan PMI ke Malaysia akan sesuai protokol COVID-19

Kemudian, lanjut Nova, Syarifah ditemukan di jalanan oleh orang asli Malaysia, lalu membawanya ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah di Klang. Selama sebulan di rumah sakit, Syarifah dijaga oleh orang Aceh yang sudah tinggal di Malaysia.

Syarifah sendiri baru di keluarkan dari rumah sakit dua hari yang lalu karena tidak ada lagi biaya. Selama dirawat dibantu oleh masyarakat Aceh di Malaysia. Namun bantuan tersebut belum mencukupi pembayaran rumah sakit, masih menunggak.

Kabarnya, lanjut Nova, Syarifah masih tersisa tunggakan di rumah sakit itu lebih kurang Rp10 juta. Meski demikian pihak rumah sakit tetap mengizinkannya pulang.

"Keadaan beliau saat ini masih lumpuh dan susah bicara. Keluarga tidak punya biaya untuk melunasi dan tidak punya biaya untuk memulangkan Syarifah ke Aceh," kata Nova.

Nova menyampaikan, pihak keluarga meminta bantuan dari Pemerintahan di Aceh baik Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Gubernur Aceh, Wali Kota Banda Aceh, DPRK Banda Aceh, Bupati Aceh Besar, DPRK Aceh Besar, DPR RI dan DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma.

"Kami mohon untuk memulangkan kakak kami yang sedang sakit dan lumpuh di Malaysia, kami orang susah. Mohon bantuan melunasi tunggakan rumah sakit di Malaysia," demikian Nova meneruskan permintaan keluarga.

Baca juga: Anak PMI yang orangtuanya meninggal di Malaysia dipulangkan ke Sulsel

Baca juga: Malaysia akan pulangkan 7.000 eks TKI bermasalah ke Indonesia


Terkait TKW itu, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh telah mengadakan rapat terkait informasi tenaga kerja asal Banda Aceh yang lumpuh di Malaysia tersebut.

"Saat ini pihak Dinsos Aceh sedang mengkonfirmasi informasi keberadaan warga Aceh yang terlantar di Malaysia, dengan menghubungi adik dari Syarifah Mazidah (TKW) yang lumpuh tersebut," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA.

Muhammad MTA menambahkan, Pemerintah Aceh juga sedang melakukan langkah penting terkait penanganannya, dan sedang dikoordinasikan pejabat terkait.

"Terkait perkembangan terbaru akan kami sampaikan kembali," demikian Muhammad MTA.

Baca juga: Pemprov Aceh pulangkan 2 warga dideportasi Malaysia

Baca juga: Anggota DPR pulangkan TKI asal Aceh karena sakit di Malaysia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel