TKW Asal Karawang Dikabarkan Ditahan Polisi Oman

Karawang (ANTARA) - Seorang tenaga kerja wanita asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sinah binti Sawin Radi, dikabarkan ditahan aparat kepolisian di Oman atas perkara yang belum jelas.

Pihak keluarga Sinah di Dusun Bayur Lor, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, menerima kabar tersebut dari seorang teman Sinah yang lebih dahulu pulang ke Tanah Air.

Suami Sinah, Nata Aryanto, Senin, mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui penyebab sampai istrinya diamankan oleh polisi di Oman karena teman Sinah yang mengabarkan kondisi itu tidak menyampaikan secara jelas.

Akan tetapi, akhirnya diketahui kabar kalau Sinah dipenjara di kantor polisi Oman karena berupaya lari dari rumah majikannya. Padahal Sinah kabur dari tempat bekerja karena sudah tidak tahan dengan perlakuan majikan yang selalu menyiksanya.

"Kami sangat kaget mendengar informasi itu karena awalnya Sinah mengabarkan kalau dirinya baik-baik saja," kata Nata.

Dikatakan Nata, lima bulan pertama setelah berangkat ke luar negeri untuk menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Oman, Sinah mengabarkan kalau dirinya baik-baik saja. Namun, pada tahun-tahun berikutnya hingga saat ini belum ada informasi jelas secara langsung dari Sinah.

Pihak keluarga hanya dapat berharap kepada pemerintah maupun Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang memberangkatkan Sinah bertanggung jawab atas kondisi yang dialami Sinah.

Sinah sendiri berangkat menjadi TKW pada bulan November 2010 melalui PJTKI PT Akka Al-Matar yang beralamat di Jakarta.


Menyikapi nasib yang dialami Sinah, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Karawang, Bobby Anwar Maarif, mengatakan bahwa TKW yang mengalami nasib seperti Sinah itu relatif cukup banyak. Begitu pula dengan kasus-kasus lainnya, banyak pula dihadapi para TKW asal Karawang.

Atas hal tersebut, kata dia, sudah waktunya Pemkab Karawang melindungi warganya yang menjadi tenaga kerja di luar negeri dengan membentuk Komisi Perlindungan TKI.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.