TNI AD Dirikan Rumah Sakit 100 Bed, Korban Gempa Sulbar Sambut Bahagia

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa jauh-jauh hari telah memerintahkan kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Darat untuk turun langsung membantu proses evakuasi dan distribusi logistik untuk para korban bencana alam gempa bumi di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.

Hingga kini, upaya TNI Angkatan Darat dalam membantu para korban bencana alam di Sulawesia Barat itu pun terus dilakukan.

Bantuan material mulai dari tenda, bantuan logistik, hingga peralatan kesehatan yang dikirim oleh Kasad menggunakan Kapal Laut Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI) – LII dari Jakarta itu pun sudah tiba di lokasi bencana.

Batalyon Kesehatan 2/Kostrad TNI AD pun langsung bergegas untuk mendirikan Rumah Sakit Lapangan TNI AD di Sulawesi Barat sebagai pendukung posko-posko medis yang telah didirikan di sekitar posko pengungsian di Majene dan Mamuju sejak terjadinya gempa bumi beberapa waktu lalu.

Dan kini, Rumah Sakit Lapangan milik Yonkes 2/Kostrad TNI AD itu pun sudah berdiri di Markas Korem 142/Tatag Mamuju.

Dilansir VIVA Militer dari keterangan resmi Dispenad, Kamis,4 Februari 2021, Rumah Sakit Lapangan Yonkes 2/Kostrad TNI AD itu memiliki kapasitas 100 Bed atau tempat tidur yang mampu memberikan perawatan medis bagi para korban terdampak gempa bumi di Mamuju dan Majene.

"Saat ini Rumah Sakit Lapangan telah siap secara Materiil dan personel untuk memberikan pelayanan kepada korban bencana yang di rujuk dari posko kesehatan di Majene dan Mamuju untuk mendapatkan tindak lanjut penanganan medis," kata KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa.

Lebih jauh dijelaskan, Rumah Sakit Lapangan TNI AD itu tidak hanya melayani pasien korban gempa yang membutuhkan perawatan medis semata. Tapi, Rumah Sakit Lapangan TNI AD itu juga memberikan pendampingan psikologis untuk anak-anak korban gempa bumi di Mamuju dan Majene.

"Tidak hanya fokus pada pemulihan korban secara fisik, personel TNI Angkatan Darat juga berkesempatan untuk menghibur dan memulihkan suasana hati korban bencana terutama anak-anak, hal ini demi menghindari adanya trauma psikologi yang rentan terjadi kepada korban bencana alam," ujarnya.

Sementara itu, secara terpisah salah satu keluarga korban gempa bumi Mamuju, Hasrianto mengatakan, keberadaan Rumah Sakit Lapangan TNI AD itu sangat membantu para korban gempa bumi di Mamuju dan Majene. Karena, lanjutnya, sejak gempa bumi terjadi beberapa waktu lalu tidak sedikit rumah sakit-rumah sakit yang tidak bisa beroperasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Jadi kami merasa bersyukur adanya Rumah Sakit Lapangan dari Yonkes 2/Kostrad ini. Kami sangat berterima kasih kepada TNI AD karena telah mendirikan rumah sakit lapangan ini," kata Hasrianto.

Baca juga: Gagal Jadi Dokter, Prajurit TNI AD Ini Justru Jadi Jenderal Kopassus