TNI AD masih pakai peluru yang ditemukan di Lapas Cebongan

MERDEKA.COM. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengakui, peluru yang ditemukan tim Forensik Polda DIY masih digunakan TNI AD. Termasuk bentuk senjata api untuk menembak empat tahanan titipan Polda di Lapas Klas II B Cebongan, Sleman, DIY.

"Peluru 7.62 itu, jujur masih kita gunakan, karena senjatanya masih kita gunakan," kata Pramono saat konferensi pers di Mabes AD, Jl Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (29/3).

Pramono menjelaskan, peluru balistik yang ditemukan itu memang sesuai dengan senjata organik milik TNI. Namun, persenjataan itu hanya dipakai bagi pasukan kewilayahan.

"Dalam satuan AD ada senjata yang dipakai untuk peluru itu, yaitu Heckler & Koch G3 rifle, AK47, dan SP dan itu digunakan kesatuan kewilayahan, dan bantuan tempur," ungkapnya.

Sebelumnya, dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan sejumlah butir selongsong peluru yang digunakan untuk menembak empat tahanan di Lapas Klas II B Cebongan, Sleman, DIY. Saat ini, aparat terus mencari jejak-jejak yang ditinggalkan pelaku di sekitar lokasi kejadian.

Pelaku penembakan diduga menggunakan senapan laras panjang AK47 dan pistol jenis FN saat menembak mati empat tahanan di dalam sel.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.