TNI AD Selamatkan 11 Warga yang Terjebak di Atas Pohon Saat Banjir NTB

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Cuaca ekstrim sejak hari jum'at, 2 April lalu telah mengakibatkan banjir bandang di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kabupaten Belu adalah salah satu daerah yang terkena banjir dan tanah longsor.

Banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi itu telah mengakibatkan 11 orang warga di Dusun Sakafini, Desa Tohe, Kecamatan Raihat terjebak di tengah banjir.

Merespon situasi tersebut, sejumlah personel TNI Angkatan Darat dari satuan Batalyon Infanteri (Yonif) 742/Satya Wira Yudha (SWY) yang bertugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur, Pos Turiskain Kipur II langsung bergerak memberikan pertolongan kepada warga masyarakat yang terdampak banjir banjar di Sakafani, Kabupaten Belu, NTB.

Dibawah komando Dankipur II, Kapten Inf Mahfud, sejumlah personel Satgas Pamtas Yonif 742/SWY langsung bergerak melakukan penyelamatan dan evakuasi terhadap 11 orang warga yang bertahan di atas pohon semaaman karena banjir bandang.

Menariknya, Kapten Inf Mahfud, tidak hanya memberikan pertolongan kepada 11 orang warga saja, Kapten Inf Mahfud juga menginstruksikan personelnya untuk menyelamatkan hewan ternak warga yang terjebak banjir bandang yang meluluhlantahkan lahan pertanian mereka.

Dankipur II mengisahkan, proses penyelamatan terhadap 11 orang warga itu dilakukan berdasarkan informasi dari Babinsa dan masyarakat setempat yang datang ke Pos Turiskain Kipur II dan melaporkan bahwa ada sejumlah warga yang terjebak banjir bandang dan membutuhkan pertolongan.

Ketika mendapatkan laporan itu, Dankipur II bersama seluruh anggota pos langsung bergerak menuju lokasi yang dimaksud.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebelas orang ini bersama ternaknya (sapi) terjebak banjir dari semalam dan mereka naik pohon untuk menghindari banjir dan menyelamatkan diri," kata kata Kapten Inf Mahfud dikutip VIVA Militer dari keterangan Pendam Udayana, Senin, 5 April 2021.

"Alhamdulillah upaya penyelamatan sejak siang hingga sore hari membuahkan hasil. Penyelamatan pertama berhasil mengevakuasi 8 orang dan sisanya 3 orang berhasil dievakuasi setelah hujan sedikit reda," tambahnya.

Kapten Mahfud menambahkan, dari 28 ternak sapi yang sempat terjebak banjir dan hanyut terbawa arus sungai baru berhasil diamankan sebanyak 8 ekor dan sisanya masih dalam pencarian. Sementara lahan persawahan warga diperkirakan sekitar 400 hektar terendam banjir.

"Setelah berhasil mengevakuasi 11 orang warga yang terjebak di atas pohon, personel Pos langsung membuka baju untuk dipakaikan langsung kepada para korban, karena mereka terlihat kedinginan setelah berada selama semalaman bertahan di atas pohon," ungkapnya.

Secara terpisah, Danyonif 742/SWY selaku Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro yang memonitor lansung proses evakuasi melalui phone seluler di Mako Satgas memberikan apresiasi kepada Dankipur bersama anggota yang sigap merespon kesulitan masyarakat setempat.

"Saya sangat mengapresiasi, dengan segala keterbatasan peralatan di lapangan mereka bisa menyelamatkan warga tepat waktu," kata Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Letkol Inf Bayu Sigit.

Baca: Jenderal Kopassus Terabas Cuaca Ekstrim Demi Korban Banjir Flores