TNI: Ada Kekuatan Alam Bisa Tarik Jatuh Kapal Selam ke Dasar Laut Bali

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Meski belum diketahui pasti penyebab hilang dan tenggelamnya kapal selam militer KRI Nanggala 402. Namun, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendapatkan informasi penting terkait penyebab tragedi itu.

Menurut Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, TNI Angkatan Laut mendapatkan informasi dari pakar dan ahli bahwa tidak menutup kemungkinan KRI Nanggala 402 tenggelam murni disebabkan oleh kekuatan alam.

Kekuatan alam yang dimaksudkan para pakar dan ahli itu adalah tentang adanya arus bawah laut sangat kuat yang bisa saja menarik kapal berbobot lebih dari 1.300 ton itu meluncur terjun ke dasar lautan.

Jika benar itu terjadi, menurut mantan komandan KRI Nanggala 402 pertama itu, kapal akan jatuh lebih cepat dari pada kondisi umum.

"Faktor alam ini juga ada yang dinamakan internal solitary wave, yang berdasarkan informasi dari beberapa pakar dan ahli oseanografi, itu ada arus bawah laut yang cukup kuat yang bisa menarik secara vertikal. Jadi jatuhnya kapal ke bawah lebih cepat dari umumnya dan ini yang harus diwaspadai," kata Laksda TNI Muhammad Ali dilansir VIVA Militer Rabu 28 April 2021 dari siaran resmi TNI AL.

Selain itu, TNI juga mendapatkan informasi penting lainnya terkait kondisi perairan utara Bali pada tanggal 21 April 2021, atau di hari KRI Nanggala 402 hilang.

Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal), Laksamana Muda TNI, Iwan Isnurwanto mengatakan, TNI mendapatkan data dari Satelit Himawari-8 milik Jepang dan Satelit Sentinel milik Eropa. Bahwa pada hari itu memang ada terjadi internal wave yang bergerak dari bawah ke utara.

"Kalau kita terkena internal wave, maka itu adalah kehendak alam tentunya para prajurit tidak bisa melakukan peran kedaruratan walaupun mereka sudah siap berada di pos tempurnya masing-masing," kata Laksda TNI Iwan.

Setelah dinyatakan hilang, KRI Nanggala akhirnya ditemukan di kedalaman 838 meter di bawah permukaan laut. Kondisinya sudah tak utuh, badan kapal selam buatan Jerman berusia 40 tahun tersebut sudah terbelah menjadi tiga bagian. Atas temuan itu TNI menyatakan 53 awak KRI gugur dalam status on eternal patrol.

Baca: Sosok Tentara Amerika yang 76 Tahun Patroli Abadi di Dasar Laut Bali