TNI AL Gelar Latihan Pendaratan Amfibi Besar-besaran di Dabo Singkep

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut dari satuan Komando Armada (Koarmada) I hari ini menggelar Apel Kesiapan Pasukan dalam rangka Latihan Pendaratan Amfibi tahun 2021 di Dermaga JICT, Tanjung Priok.

Rencananya, ribuan personel TNI Angkatan Laut dari berbagai unsur yang tergabung dalam Koarmada I, seperti unsur kapal perang KRI, unsur Korps Marinir, dan Puspenerbal akan melakukan latihan pendaratan Amfibi di Pulau Dabo Singkep sejak tanggal 7 April sampai 14 April 2021 mendatang.

Wadirlat Laksamana Pertama TNI Bambang Irwanto yang mewakili Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid pada saat memimpin upacara gelar pasukan di Dermaga JICT, Tanjung Priok menjelaskan, gelar pasukan yang dilakukan oleh TNI Angkatan Laut hari ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan baik materil maupun personel peserta latihan.

"Latihan ini akan berlangsung di sekitar Laut Jawa, Laut Natuna dan Dabo Singkep Kepulauan Riau. Laksanakan latihan ini dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan profesionalisme dan menguji kesiapan tempur para prajurit TNI AL sekaligus sebagai ajang Pra Armada Jaya yang dilaksanakan mulai akhir Juni sampai dengan awal Juli 2021," kata Laksamana Pertama TNI Bambang Irwanto, Selasa, 6 April 2021.

Sementara itu, Komandan Pasmar 1 Marinir, Brigjen TNI Hermanto mengatakan, dalam latihan pendaratan amfibi kali ini, Pasmar 1 Korps Marinir akan menerjunkan satu batalyon pasukan yang terdiri dari beberapa unsur Korps Marinir.

"Ada beberapa unsur persenjataan, dari infanteri, kemudian dari intai amfibi, kemudian dari bantuan tempur, unsur kavaleri, unsur arteleri semua menjadi satu dalam operasi pendaratan amfibi ini yang kita namakan satu batalyon BTP," kata Danpasmar 1 Brigjen TNI (Mar) Hermanto.

Dalam latihan nanti, lanjutnya, para prajurit Marinir TNI Angkatan Laut diskenariokan untuk melakukan pendaratan amfibi dengan melibatkan sejumlah alutsista seperti tank amfibi dan prajurit intai amfibi.

"Dalam latihan kali ini disimulasikan Dabo Singkep telah dikuasai oleh musuh, setelah ada perintah dari Panglima TNI untuk kita unsur-unsur Korps Marinir yang ada di Jakarta untuk melakukan pendaratan. Nah ini tentu dalam skenarionya sudah dipersiapkan, dalam latihan pendaratan ini tidak hanya unsur Marinir saja yang terlibat, tapi ada unsur KRI, unsur Puspenerbal juga dipersiapkan untuk melakukan serangan amfibi ke daerah Dabo Singkep merebut pulau yang sudah dikuasai musuh," paparnya.

Baca: Jenderal TNI Petinggi BIN Resmi Menjabat Pangdam XIV/Hasanuddin