TNI AL Kerahkan 2 Pesawat Cari Korban 17 Kapal Tenggelam di Pontianak

·Bacaan 2 menit

VIVA – Memasuki hari keenam, Operasi Pencarian dan Penyelamatan (SAR) terhadap puluhan nelayan dari 17 Kapal Motor Nelayan yang mengalami kecelakaan di Perairan Kalimantan Barat beberapa waktu lalu hingga saat ini masih terus dilakukan.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut dari jajaran Koarmada I ikut terlibat dalam operasi SAR di sekitar perairan Kalimantan Barat tersebut. Hari ini, TNI Angkatan Laut kembali mempertebal operasi SAR dengan mengerahkan unsur pesawat patroli maritim TNI Angkatan Laut untuk mencari 43 korban yang masih dinyatakan hilang.

Dilansir VIVA Militer dari keterangan resmi TNI Angkatan Laut, Senin, 19 Juli 2021, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada)I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, menyatakan, dua pesawat udara TNI Angkatan Laut yang dikerahkan untuk mempertebal operasi pencarian adalah pesawat CN 235-220MPA dengan nomor lambung P-8305 dan pesawat Cassa MPA P-8230.

Dia menjelaskan, kehadiran dua pesawat udara TNI Angkatan Laut yang berada di bawah kendali Guspurla Koarmada I Operasi Siaga Segara-21 itu dilakukan untuk menambah kekuatan yang sebelumnya sudah dikerahkan oleh TNI Angkatan Laut, diantaranya dua kapal perang KRI TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Kerambit-627 dan KRI Usman Harun yang sudah terlibat dalam operasi pencarian sejak lima hari lalu.

"Kehadiran Pesawat Udara TNI AL ini memperkuat unsur SAR. Hingga saat ini TNI AL telah mengerahkan 2 Pesawat udara CN235 P-8305 dan Cassa MPA P-8203. Kemudian, 2 Kapal perang KRI Kerambit-627 dan KRI Clurit-641 yang menggantikan KRI Usman Harun. Kemudian, 2 Kapal Patroli Angkatan Laut Kal Lemukutan dan Kal Sambas, serta tim SAR Lantamal XII Pontianak," kata Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, Senin, 19 Juli 2021.

Lebih jauh Pangkoarmada menjelaskan, Pesawat Udara P-8305 dengan Captain Pilot Lettu Laut (P) Aditya Mulyarajasa akan melaksanakan pencarian melalui udara pada ketinggian jelajah 3.000 kaki atau sekitar 900 mdpl dengan metode pencarian “paralel mode” pada enam titik kordinat yang telah ditentukan pada area pencarian seluas 825 Nautical Mile (NM) persegi di perairan sebelah barat Kalbar sekitar 80 NM dari Lanud Supadio, Pontianak.

Sebelumnya, lanjut Pangkoarmada I, Tim SAR juga telah berhasil menemukan salah satu buah kapal nelayan yang dilaporkan hilang, yaitu, KM Hyden 188 dalam posisi terbalik. Kapal tersebut kemudian langsung ditarik untuk diadakan penyelaman guna meyakinkan tidak adanya korban yang terperangkap di dalam badan kapal.

Sebagaimana diberitakan VIVA Militer sebelumnya, pekan lalu telah terjadi kecelakaan di sekitar perairan Kalimantan Barat yang terjadi akibat cuaca ekstrem. Tidak tanggung-tanggung, 17 kapal motor nelayan (sebelumnya disebutkan 14 kapal) yang tengah melaut dikabarkan hilang dan tenggelam di sejumlah lokasi berbeda akibat buruknya cuaca tersebut.

Dari data yang berhasil dihimpun, 17 kapal motor nelayan yang terhantam ombak itu diawaki oleh 138 ABK secara keseluruhan. Hingga hari kelima proses SAR atau Minggu, 18 Juli 2021 kemarin, dari 138 nelayan itu, 80 orang dikabarkan telah selamat, 15 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan 43 orang lainnya masih dalam pencarian.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel