TNI AL kirim tim kesehatan bantu korban gempa Cianjur

TNI AL akan mengirimkan tim kesehatan untuk membantu warga yang menjadi korban gempa magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin siang.

"Bapak Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Yudo Margono, akan mengirim tim kesehatan malam ini. Besok dapur lapangan dari Marinir dan logistik akan berangkat," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Baca juga: IDI Cianjur kerahkan seluruh tenaga dokter bantu korban gempa

Tim Kesehatan yang akan diterjunkan malam ini terdiri dari sejumlah unsur gabungan TNI Angkatan Laut, di antaranya adalah Tim Kesehatan Markas Besar TNI AL, Rumah Sakit Marinir, Cilandak, hingga unsur Tim Kesehatan dari Pangkalan TNI AL III/Jakarta.

TNI AL memiliki Pangkalan TNI AL Bandung, yang bermarkas komando di Bandung, yang dekat dengan lokasi bencana alam itu.

Baca juga: Menko PMK: Prioritaskan penanganan warga yang terdampak gempa

"Ini saya masih rapat. Untuk sementara yang akan diturunkan malam ini Tim Kesehatan, logistik, dan obat-obatan. Besok kita kirim dapur lapangan Marinir dan logistik tambahan," ujarnya.

Terkait alat berat yang akan dikerahkan, dia menegaskan, saat ini mereka masih menggelar rapat untuk memetakan kebutuhan di lokasi di lapangan.

Baca juga: Mabes Polri kerahkan bantuan penanganan gempa Cianjur

"Sementara masih didiskusikan di Marinir, tapi kemungkinan ke arah situ (menerjunkan sejumlah alat berat untuk membantu proses evakuasi)," ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan bahwa gempa Bumi dengan magnitudo 5,6 melanda wilayah barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pukul 13.21 WIB Senin.

Baca juga: IDI Cianjur kerahkan dokter untuk tangani korban gempa Cianjur

Menurut BMKG, pusat gempa bumi itu berada di koordinat 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur, sekira 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur, pada kedalaman 10 km.

Gempa yang getarannya dirasakan hingga wilayah Jakarta, Bekasi, dan Bogor itu menurut BMKG tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun, gempa itu menyebabkan 56 orang meninggal dunia.

Baca juga: Jusuf Kalla instruksikan PMI berkolaborasi bantu korban gempa Cianjur

Palang Merah Indonesia mencatat korban yang meninggal dunia bertambah menjadi 56 orang akibat gempa.

Komandan Korps Sukarela PMI Cianjur, Ujang Muhammad, mengatakan, 56 orang itu terdiri atas 40 anak-anak dan sisanya merupakan orang dewasa. Sebelumnya PMI mencatat ada 20 orang yang meninggal dunia.

Baca juga: Endapan kuarter perkuat efek guncangan gempa di Cianjur

"Yang tercatat total korban luka dan meninggal itu jumlahnya ada 120 orang," kata dia, di Cianjur, Jawa Barat.