TNI AL Libatkan KNKT Investigasi Jatuhnya Pesawat G-36 Bonanza T-2503

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua prajurit TNI AL dinyatakan meninggal dunia usai mengalami kecelakaan Pesawat Udara (Pesud) G-36 Bonanza T-2503 yang jatuh di Selat Madura.Tim investigasi akan menyelidiki jatuhnya pesawat tersebut.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, dirinya telah menerbitkan surat perintah untuk pelaksanaan investigasi.

"Iya, suratnya sudah saya tandatangani kemarin," kata Yudo dalam acara Fun Run dalam rangka memperingati HUT TNI Angkatan Laut ke-77 Tahun di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (11/9).

Selain tim dari AL, KNKT pun dilibatkan dalam investigasi itu.

"Untuk investigasi selain Inspektur Jenderal Angkatan Laut, kita tunjuk bersama Komandan Puspenerbal dan juga akan melibatkan tim dari KNKT (Komite Nasional Kecelakaan Transportasi) sehingga hasilnya harus transparan," ujarnya.

Yudo menjelaskan, ikuti dilibatkan KNKT karena merupakan lembaga negara yang memiliki kewenangan atau kompetensi dalam kecelakaan pesawat.

"Kita berharap hasilnya nanti bisa maksimal. Karena ini untuk evaluasi ke depan, jangan terjadi lagi terhadap pesawat-pesawat kita sehingga hasilnya harus transparan," kata Yudo.

"Karena melibatkan KNKT sehingga kan juga harus koordinasi dulu dengan KNKT yang ditunjuk siapa dari sana," pungkasnya.

Sebelumnya, Tim SAR TNI AL menuntaskan evakuasi pilot dan kopilot maupun badan pesawat latih jenis G-36 Bonanza T-2503, jatuh di Selat Madura, pada Rabu (7/9) kemarin. Dua awak pesawat terdiri dari pilot dan kopilot ditemukan meninggal dunia.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, Tim SAR baru bisa mengevakuasi pilot dan kopilot lantaran terkendala posisi badan pesawat. Menurut Yudo, Tim SAR terkendala mengevakuasi awak karena posisi badan pesawat terbalik.

"Jenazah dua duanya masih duduk di kursi dan masih terikat selfbelt sehingga masih sulit diangkat. Tadi pagi baru diangkat semuanya, dua personel pilot dan kopilot," kata Yudo dalam konferensi pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/9).

Selain berhasil mengevakuasi jenazah pilot dan kopilot, Tim SAR juga berhasil mengangkat badan pesawat buatan Amerika Serikat tersebut. Pesawat itu diangkat menggunakan kapal perang KRI Soputan.

"Bangkai pesawat juga sudah diangkat KRI Soputan karena kita kan punya alat untuk KRI yang bisa mengangkat. Beratnya pesawat kan ringan, itu kalau pesawat latih Bonanza ringan sehingga bisa diangkat semuanya," ujar dia.

Identitas Pilot Pesawat TNI AL Bonanza

Komandan Pusat Penerbangan TNI AL, Laksamana Muda TNI Dwika T Setiawan mengatakan, pesawat bertipe Bonanza dipiloti Judistira Eka Permady yang berpangkat Lettu Laut. Sedangkan untuk Co pilot bernama Dendy Kresna Bhakti yang berpangkat Letda Laut.

"Tercatat pesawat tersebut diterbangkan Lettu Laut Judistira Eka Permady dan Copil Letda Laut Dendy Kresna Bhakti," ungkap Dwika dalam keterangannya, Rabu (7/9).

Dwika mengatakan, TNI AL telah menerjunkan KRI dan tim Kopaska untuk menelusuri titik jatuhnya pesawat latih tersebut. Tim telah menemukan kerangka diduga milik pesawat Bonanza.

"Sar AL melibatkan beberapa KRI, heli untuk melaksanakan pencarian dan melibatkan tim Kopaska dipimpin oleh panglima koarmada II," ujar dia. [ded]