TNI AL perkuat Satgas Peduli Cianjur dengan RS lapangan canggih

Satuan Tugas (Satgas) TNI AL Peduli Cianjur pada hari ke-6 mendapat perkuatan dari Pasukan Marinir-2, utamanya dari Batalion Kesehatan-2 Marinir, yang segera melaksanakan pembangunan posko dan rumah sakit lapangan canggih.

“Hari ini ada pasien dengan permasalahan dislokasi tulang paha karena tertimpa reruntuhan bangunan yang perlu dirujuk untuk penanganan dengan peralatan yang lebih lengkap dan peralatan yang kami butuhkan sedang disiapkan oleh tim Kesehatan Pasmar-2 yang baru didirikan di Desa Bojong, Kecamatan Karang Tengah, Cianjur. RS lapangan ini mampu menangani pasien yang lebih berat,” ujar Komandan Tim Kesehatan Satgas Penanggulangan Bencana TNI AL Peduli Cianjur Letkol Laut (K) dr. Suryantoko dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Personel Marinir dengan total jumlah 83 orang ini sebelumnya dilepas Komandan Pasmar-2 Brigjrn TNI (Mar) Suherlan menuju Cianjur, Jawa Barat, pada 25 November 2022.

Pasukan Marinir segera melaksanakan pembentukan posko dan rumah sakit lapangan, mempersiapkan perlengkapan dan koordinasi untuk segera bisa melaksanakan operasional dan perkuatan terhadap Satgas TNI AL yang sudah bertugas sejak bencana terjadi.

Penguatan Satgas TNI AL ini memiliki kekuatan pelayanan kesehatan dan distribusi bantuan bahan kontan.

“Bisa dilihat rumah sakit lapangan yang didirikan lebih canggih, mampu melaksanakan operasi mandiri,” ucapnya.

Suryantoko menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan cukup luas, selain medannya sulit, trauma yang diderita korban bencana banyak yang memerlukan penanganan serius.

Komandan Satgas TNI AL Peduli Cianjur Brigjen TNI (Mar) Hermanto secara terpisah menyampaikan bahwa Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono mengamanatkan kepada Satgas TNI AL untuk memanfaatkan semaksimal mungkin potensi yang dimiliki TNI AL guna menangani isu kemanusiaan dan bencana alam sampai tuntas.

Selain itu, juga terdapat amanat untuk seluruh personel agar cepat tanggap dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat.

“Ini langkah yang harus kita ambil bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana,” kata Hermanto.