TNI AL Protes ‎Foto Prajuritnya Dipakai Jadi Alat Kampanye Akhyar

Hardani Triyoga, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVATNI Angkatan Laut (AL) keberatan atas video kampanye Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution. TNI AL dari Marinir Danyon Marhanla 1 mendatangi kantor Bawaslu Kota Medan untuk mengadukan video tersebut.

Dalam video kampanye Calon Wali Kota nomor urut 01 itu, terdapat sejumlah foto. Salah satunya yang diprotes yaitu prajurit TNI AL sedang menggendong Akhyar. Maka itu, TNI AL dari Marinir Danyon Marhanla 1 menyampaikan keberatan ke Bawaslu Kota Medan, Rabu 21 Oktober 2020.

Baca Juga: Pilkada Medan, Duo Nasution Resmi Bersaing

Ketua Bawaslu Kota Medan Payung Harahap mengatakan, pihaknya melakukan mediasi dengan menghadirkan kedua bela pihak ke kantor Bawaslu Medan, Kamis 22 Oktober 2020.

“Ya, kedatangan mereka (TNI AL) sebenarnya tindak lanjut dari keberatan mereka semalam. Terus semalam kan juga datang kemari pendukung dari tim paslon 01. Setelah sampai di sini, terakhir kan dia mengutarakan keberatannya dan keberatan itu disampaikan langsung ke ketua tim pemenangan,” jelas Payung kepada wartawan di kantor Bawaslu Medan.

Dari hasil mediasi, Payung menyampaikan peredaran video tersebut dihentikan. Sebab, pihak TNI AL tidak mau dikaitkan dengan Pilkada Medan.

"Bahwa video itu dihentikan dan itu juga tertuang dalam surat yang disampaikan (paslon) 01 yang di dalamnya ada poin itu,” tutur Payung.

Pun, dari pengakuan tim pemenangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi, pihaknya tidak pernah melakukan penyebaran video tersebut. Sementara, dalam video itu, Akhyar diduga saat menjabat sebagai Plt. Wali Kota Medan.

“Kalau penjelasan dari marinir semalam bahwa itu video ketika mereka melakukan kegiatan peringatan hari sampah nasional, itu kejadiannya di bulan Februari. Pak Akhyar masih menjabat sebagai Plt,” tutur Payung.

Ketua Tim Sukses Akhyar Nasution-Salman Alfarisi, Ibrahim Tarigan menjelaskan pihaknya tidak menyebarkan video itu. Pihaknya sedang melacak siapa pembuat video dan menyebarkan video tersebut.

“Kita itu (hanya) ada dua TV yang pertama TV Akhyar yang ke dua TV Salman. Yang ke tiga ini kita enggak tahu ini, makanya kita lagi cari," tutur Ibrahim.

Meski demikian, Ibraham mewakili Akhyar meminta maaf kepada TNI AL. Ia memahami keberatan dari TNI AL, karena takut disalahgunakan dalam berpolitik.

“Ya kita lihat kondisinya gitu. Kita kalau sedikit-sedikit nanti melapor ke aparat, wah ini kan repot juga kita ya.Kita lihat kondisi yang ada. Kalau masih bisa kita komunikasikan, ngapain kita permasalahkan," ujarnya.