TNI AU Akan Akuisisi Alutsista Modern, Ini Daftarnya

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo hari ini membuka acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Angkatan Udara Tahun 2021.

Salah satu pembahasan dalam Rapim TNI AU kali ini adalah rencana strategis TNI Angkatan Udara dalam memperkuat pertahanan kawasan dengan menambah Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).

Marsekal TNI Fadjar menyatakan, dalam Rapim TNI yang dibuka oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada hari Selasa, 16 Februari 2021 lalu, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menyampaikan komitmennya untuk terus berupaya melaksanakan diplomasi pertahanan dengan negara-negara sahabat guna mempercepat proses pembangunan kekuatan TNI, melalui belanja berbagai alutsista mutakhir, khususnya untuk matra udara.

Sebab, lanjut KSAU, pengadaan alutsista selain bertujuan untuk memperkuat kekuatan TNI dalam menjaga kedaulatan negara, juga memiliki kontribusi yang signifikan, yaitu sebagai salah satu bentuk diplomasi pertahanan yang bernilai strategis dengan negara-negara yang berpengaruh terhadap konstelasi politik global.

"Meskipun kita memiliki pedoman Postur, Renstra, maupun MEF, namun dalam pelaksanaannya sangat bergantung sekali pada berbagai faktor dan kondisi yang terus berubah secara dinamis," kata Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Auditorium IG Dewanto Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis, 18 Februari 2021.

Orang nomor satu di Korps TNI Angkatan Udara itu menambahkan, saat ini seluruh stakeholders mulai dari Kementerian Pertahanan hingga TNI Angkatan Udara terus berupaya dan terus melakukan kajian strategis jangka panjang untuk memudahkan langkah TNI Angkatan Udara dalam mendapatkan alutsista terbaik yang memenuhi beberapa persyaratan seperti, operational requirement, aspek commonality, mendapatkan Transfer of Technology (TOT), serta sesuai dengan kemampuan negara dan kondisi TNI Angkatan Udara.

"Hasil dari berbagai upaya tersebut, kini telah mulai menampakkan titik terang. Mulai tahun ini hingga tahun 2024, kita akan segera merealisasikan akuisisi berbagai alutsista modern secara bertahap," ujarnya.

Dia juga memaparkan, beberapa Alutsista Modern yang akan diakuisisi oleh TNI AU kedepan diantaranya adalah Pesawat tempur jenis Multi Role Combat Aircraft seperti F-15 EX dan Dassault Rafale. Radar GCI4, Pesawat berkemampuan Airborne Early Warning, Pesawat tanker, yakni Multi Role Tanker Transport, Pesawat Hercules C-130 J, serta, UCAV berkemampuan MALE.

Kendati demikian, Kepala Staf Angkatan Udara menegaskan bahwa pilihan-pilihan Alutsista Modern itu sepenuhnya diserahkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

"Yang menjadi tugas kita sebagai prajurit TNI Angkatan Udara, adalah memastikan terjaganya kesiapan operasional matra udara, melalui pembinaan kemampuan personel serta pemeliharaan dan perawatan alutsista, agar terus berada pada level tertinggi," ujarnya.

"Kita harus memastikan kesiapan personel dan satuan dalam mengoperasikan dan memelihara berbagai alutsista matra udara, serta melaksanakan berbagai tugas TNI Angkatan Udara secara profesional dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Disamping itu, menjaga safety dalam setiap pelaksanaan tugas, juga harus selalu menjadi concern tertinggi. Inilah kewajiban-kewajiban yang harus kita penuhi sebagai personel TNI Angkatan Udara," tambah Kasau menegaskan.