TNI AU bantah anggotanya di Palembang pukul wartawan

MERDEKA.COM, Kapuspen TNI, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul membantah anggotanya telah melakukan pemukulan kepada wartawan saat penertiban rumah liar dan kebun liar seputar Lanud Palembang. Menurut Iskandar yang terjadi bukan pemukulan tetapi dorong-dorongan.

"Perlu disampaikan bahwa kejadian yang sebenarnya adalah tidak ada pemukulan atau tindakan kekerasan oleh anggota TNI AU kepada wartawan saat meliput kegiatan penertiban tersebut," ujar Iskandar Sitompul dalam rilis yang diterima merdeka.com, Kamis (22/11).

Iskandar menjelaskan, peristiwa berawal pada saat penertiban yang dilaksanakan tanggal 21 November 2012 pukul 09.00 WIB di Jalan Letjen Harun Sohar Palembang. Sejumlah warga menghalangi kegiatan penertiban dengan menggunakan berbagai senjata di antaranya senjata besi, kayu, parang dan lain-lain. Anggota TNI AU berusaha membela diri dengan cara membubarkan warga yang sedang berusaha menghalangi tersebut.

"Namun seorang wartawan atas nama Kris Samiaji terjatuh akibat dorongan pada saat upaya pembubaran warga. Kejadian tersebut berakhir pukul 12.30 WIB," ujarnya.

Iskandar pun mengaku sudah mengadakan pertemuan oleh pewarta foto tersebut pada hari itu juga pukul 15.45 WIB bertempat di Lanud Palembang. Komandan Lanud Palembang pun meminta maaf atas insiden itu.

"Dalam pertemuan ini, Komandan Lanud Palembang menyampaikan permohonan maaf apabila ada yang dirugikan dalam peristiwa tersebut serta tetap berkomitmen tidak akan melakukan tindakan kekerasan terhadap wartawan dan akan memproses hukum sesuai aturan yang berlaku kepada anggotanya apabila ada yang melakukan pelanggaran hukum," imbuhnya.

Untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sementara ini kegiatan penertiban dan pengamanan aset negara yang digunakan TNI AU dialihkan ke lokasi yang tidak rawan konflik.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.