TNI AU Ingin Sekolahkan Pemuda Difabel yang Dianiaya Oknum Lanud Dma

·Bacaan 3 menit

VIVA – Beberapa hari lalu, masyarakat Indonesia dibuat geger dengan perlakuan jahat dua orang oknum Anggota Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU) Pangkalan Udara (Lanud) Johannes Abraham Dimara (Dma) Merauke terhadap seorang pemuda asal Merauke, Papua.

Dua orang oknum Anggota Lanud Dma Merauke itu melakukan penganiayaan terhadap Seorang pemuda yang mabuk minuman keras. Insiden penganiayaan itu dengan cepat viral di media sosial. Seorang pemuda asal Meruke yang belakangan diketahui bernama Steven (17 tahun) adalah seorang penyandang difabelitas. Karena Steven merupakan Tuna Wicara, ketika keributan terjadi dia tidak dapat menjelaskan keributan yang dialami di sebuah warung Bubur Ayam kepada dua orang Anggota POMAU Lanud Dma Merauke yang datang menghampirinya ketika itu.

Ditambah lagi, kondisi Steven ketika itu tengah dalam pengaruh minuman keras. Sehingga dua orang prajurit TNI Angkatan Udara itu langsung menarik dan membekuk Steven di Jalan Raya Mandala-Muli, Merauke. Parahnya lagi adalah, Steven yang diketahui merupakan pemuda penyandang difabelitas harus mengalami tindakan yang sangat berlebihan dari dua orang oknum TNI Angkatan Udara itu. Kepala Steven sampai diinjak oleh salah satu Anggota POMAU Lanud Dma yang menyeretnya dengan kasar.

Akibat insiden itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pun geram. Dia memerintahkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mencopot Danlanud Dma Merauke dan Komandan Satuan Polisi Militer Lanud Dma Merauke karena dinilai tidak mampu melakukan pembinaan kepada anggotanya.

Kasau pun langsung bergerak cepat dengan memerintahkan Satuan Polisi Militer Lanud Dma untuk menahan dan memproses dua orang oknum anggota Pomau Lanud Dma yang melakukan penganiayaan terhadap Steven. Keduanya kini sudah ditahan dan dalam proses penyelidikan Satpom Lanud Dma.

Nah, ternyata ada perkembangan terbaru dari kasus penganiayaan terhadap pemuda asal Merauke itu. Usut punya usut, ternyata Steven memiliki teman akrab yang bertugas sebagai Anggota TNI Angkatan Udara di Lanud Dma Merauke, yaitu Peltu Deny Zulkarnaen.

Usai insiden penganiayaan terhadap Steven beberapa hari lalu, Peltu Deny Zulkarnaen langsung bertemu dengan Steven di sebuah rumah makan di Merauke.

Peltu Deny ternyata sudah lama kenal dengan Steven, kurang lebih sekitar 5 tahun. Karena Peltu Deny cukup aktif dalam perkumpulan Difabel Kabupaten Merauke, sehingga dia memang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa isyarat.

Dilansir VIVA Militer dari rekaman video pendek Dispenau, Jum'at, 30 Juli 2021, keduanya terlihat berkomunikasi dengan sangat akrab. Sambil menikmati sebatang rokok, Steven terlihat sangat nyaman berbicara dengan Peltu Deny di sebuah rumah makan Lalapan Ayam yang berlokasi di Jalan Raya Mandala Spadem, Merauke.

Peltu Deny meminta Steven untuk melanjutkan sekolahnya, karena dia ternyata sudah tidak melanjutkan sekolahnya sejak lama. Selain itu, Peltu Deny juga berjanji untuk mencarikan pekerjaan yang baik untuk Steven.

Mendapatkan penawaran tersebut, Steven mengaku sangat senang. Dia bersedia untuk melanjutkan sekolah dan bekerja dengan baik. Tidak hanya itu, Steven juga berjanji untuk berhenti mengkonsumsi minuman keras sebagaimana yang disarankan oleh Peltu Deny Zulkarnaen.

Tidak hanya itu, Steven juga bertekad akan menjadi anak yang baik dan akan membantu orang tuanya, bahkan Steven berjanji untuk rajin beribadah ke Gereja.

Pada akhir perbincangan, Steven menyampaikan perasaan senangnya dapat berjumpa dengan Peltu Deny dan berharap dapat bertemu kembali untuk melanjutkan perbincangannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel