TNI Bergerak, Telusuri Pria Berbaju Loreng Pukul Pengendara di Pondok Gede

Merdeka.com - Merdeka.com - Beredar video diduga seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dikabarkan menganiaya pengendara minibus di pertigaan Perumahan Pondok Gede Permai, dekat Jembatan Cipendawa, Jumat (18/11).

Dalam rekaman video yang diunggah akun instagram @ismailmahruf yang mana disebut Ismail adalah korban penganiayaan itu. Dalam video berdurasi 3.40 detik itu merekam perselisihan diantara keduanya, dilanjutkan tindakan main tangan oleh anggota TNI tersebut.

""Kena aniaya oknum tentara, lokasi di Pertigaan Pondok Gede Permai Jembatan Cipendawa Bekasi," demikian narasi dalam unggahan tersebut.

Atas beredarnya video ini, Pihak Mabes TNI bergerak menelusuri kejadian tersebut guna mendapat klarifikasi atas tindakan arogansi seorang pria Anggota TNI tersebut yang diunggah Ismail.

"Oke saya cek dulu," singkat Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksda TNI Kisdiyanto saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (19/11).

Dimana pada video itu memperlihatkan keduanya terlibat cekcok di jalan. Diduga keributan disebabkan akibat mobil yang dikendarai Ismail menyenggol motor dari TNI tersebut.

"Kamu bisa bawa mobil enggak? Coba SIM lo apa," ujar anggota TNI tersebut langsung melayangkan tangannya ke arah kepala Ismail.

Anggota yang dalam video itu terlihat memakai jaket hijau tua dengan celana loreng hijau hitam khas TNI, pun turut mengumpat kata-kata kasar kepada Ismail saat adu cekcok tersebut.

"Baj*n*an kau, enggak lihat orang lagi dinas apa kau," ujarnya

Meski belum diketahui detail kejadian perkara tersebut, namun Ismail tetap terlihat meminta maaf kepada Anggota TNI tersebut atas kerusakan motor dinasnya. Namun ditolak, dan tetap mendapat umpatan dari anggota TNI itu.

"Harusnya kau hargai, itu motor ku pakai buat dinas. Harusnya kalau orang itu tahu, "oh ini dia lagi dinas' menghargai, lah kau main nyelonong saja. Aku mau dinas, kau menghambat perjalanan saya kau, ku hajar kau, mau ku hajar?" kata anggota TNI.

Di akhir video percakapan keduanya tidak terdengar, mereka terlihat meninjau kerusakan motor yang berada di depan mobil. Sambil, Ismail yang hendak menyerahkan beberapa lembar uang pecahan Rp50.000 diduga untuk mengganti kerugian. Namun, ditolak dan Anggota TNI tersebut langsung pergi. [rhm]