TNI Buru Kelompok OPM Pelaku Teror Dunia Penerbangan di Papua

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kelompok Kriminal Bersenjata yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) dikabarkan kembali berulah di Bumi Cenderawasih, Papua. Kali ini kelompok separatis bersenjata OPM itu kembali melakukan pembakaran terhadap satu unit pesawat helikopter di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Aksi pembakaran terhadap satu unit helikopter milik PT Ersa Eastern Avision itu terjadi pada hari Minggu, 11 April 2021 sekitar pukul 20.20 waktu setempat.

Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa membenarkan terjadinya aksi pembakaran yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata OPM itu terhadap salah satu maskapai penerbangan di Papua. Dia menegaskan aparat TNI dan Polri sudah mengidentifikasi pelaku teror di Papua itu.

"Iya, benar. Tadi malam KKSB membakar 1 unit helikopter milik PT Ersa Eastern Avistion di Bandara Aminggaru Ilaga Kabupaten Puncak dan 4 orang pelaku sudah teridentifikasi," kata Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN.Suriastawa melalui keterangan resminya, Senin, 12 April 2021.

Sebagaimana diketahui, pembakaran terhadap pesawat di Papua oleh kelompok OPM itu tidak hanya baru kali ini terjadi. Pada awal Januari 2021 lalu, kelompok OPM yang diduga kelompok OPM pimpinan Undius Kogoya juga pernah membakar pesawat perintis milik Mission Aviation Fellowship (MAF) dengan registrasi PK-MAX di Bandara Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Parahnya lagi, setelah membakar pesawat perintis, para pelaku berpose dengan mengangkat senjata di atas pesawat seolah menantang aparat TNI dan Polri di Papua.

Kemudian, pada 12 Maret lalu, para separatis bersenjata OPM juga telah menyandera pilot pesawat Pilatus PC-6 S1-9364 PK BVY milik maskapai PT.Asi Pudjiastuti Aviation yang bernama Captain Ian John Terrence Hellyer warga negara Selandia Baru.

"Ini merupakan aksi teror KKB yang kesekian kalinya terhadap dunia penerbangan di Papua, terakhir bulan lalu mereka menyandera pilot yang berkebangsaan Selandia Baru,"ujarnya.

Lebih jauh lagi, Kapen Kogabwilhan III menegaskan, aksi teror di dunia penerbangan yang dilakukan oleh kelompok OPM di Papua tidak dapat dibiarkan. Terlebih lagi, lanjut Kolonel Czi Suriastawa, keberadaan pesawat di Papua adalah salah satu transportasi yang sangat vital bagi masyarakat Papua, mengingat wilayah Papua, khususnya Ilaga adalah daerah perbukitan yang hanya dapat ditempuh dengan jalur udara menggunakan pesawat kecil.

"Tindakan ini merupakan aksi keji yang dilakukan KKB untuk mengganggu dunia penerbangan, di mana akses ke Ilaga Puncak hanya bisa dilakukan dengan pesawat udara," katanya.

Kolonel Suriastawa menegaskan, saat ini TNI dan Polri sedang memburu para pelaku pembakar helikopter di Ilaga. Para pelaku pembakaran adalah, Prenggen Telenggen, Abu Bakar Kogoya, Lerymayu Telenggen, dan Numbuk Telenggen. Dia menegaskan, pihaknya berkomitmen akan memberantas para pelaku teror di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua itu.

"Kami akan menindak tegas KKB yang melakukan aksi brutal di Ilaga," kata Kolonel Czi IGN.Suriastawa.