TNI Dinilai seperti Gerombolan, Pangdam Cendrawasih: Kita Loyal pada Panglima

Merdeka.com - Merdeka.com - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa merespons pernyataan Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon yang menyebut TNI seperti gerombolan. Menurut Saleh Mustafa, jajaran Kodam loyal kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

"Saya sampaikan kepada prajurit saya, terkait adanya komentar bahwa prajurit TNI adalah gerombolan ormas. Bahwasannya prajurit Kodam XVII/Cenderawasih sejatinya punya satu komando, yaitu azas komando dalam operasi penggunaan kekuatan, kita loyal pada bapak Panglima TNI," kata Saleh Mustafa, Selasa (13/9).

Menurut Saleh Mustafa, pada pembinaan kekuatan prajurit TNI AD loyal kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) dan hal itu bukan suatu masalah.

"Moril pasukan tetap terjaga, soliditas kuat, kita punya kekuatan yang kuat, apalagi prajurit Kodam XVII/Cenderawasih dalam tugas sehari-hari melaksanakan kedua tugas ini yaitu, penggunaan kekuatan dan pembinaan kekuatan," tuturnya.

Dia menegaskan, bahwa azas kesatuan komando sangat penting. Sebab itu, ia selaku Pangdam XVII/Cenderawasih bertanggung jawab terhadap soliditas prajurit yang ada di bawahnya.

"Oleh karena itu berkaitan dengan statement-statement berkaitan pembinaan moril prajurit, saya sangat menyayangkan. Karena TNI lahir dari rakyat dan sejarah perjuangan yang tidak mudah. Negara lahir dan terbentuk, itu juga lahirnya TNI," tegas dia.

Lebih jelas jenderal TNI asal Maluku Utara ini menuturkan bahwa TNI adalah organisasi yang menjiwai dan dijiwai kerakyatan. Dengan demikian, lanjut Pangdam, tidak ada satupun negara di dunia yang TNI atau militernya bersifat gerombolan.

"Itu tidak ada. Yang ada TNI adalah sebagai alat dan pemersatu bangsa. Itu perlu diingat. TNI sebagai alat pertahanan negara dan alat pemersatu bangsa, itulah kelebihan TNI, khususnya TNI AD," tutur Pangdam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menyebut TNI layaknya gerombolan. Dia bahkan menilai kelakuan TNI lebih-lebih dari organisasi masyarakat atau ormas. Pernyataan Effendi itu menyusul adanya temuan dan informasi yang diperoleh Komisi I DPR.

Adapun temuan itu mengenai isu tidak harmonisnya hubungan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Bukan cuma itu, Effendi juga menyoroti berbagai informasi mengenai adanya ketidakpatuhan hingga pembangkangan di tubuh TNI. Terkait tudingan tersebut, Andika dan Dudung telah membantah. [cob]