TNI Gagalkan Pembajakan Kapal di Selat Singapura

Febrika Indirawati

VIVA – Kita biasa melihat pembajakan kapal yang terjadi di film-film saja dan biasanya berada di luar negeri. Tapi pada kenyataannya, kejadian pembajakan ini juga terjadi di Indonesia dan kali ini pula pembajakan kapal benar-benar terjadi layaknya sebuah film.

Berdasarkan informasi dari Instagram milik TNI AL Selasa 19 April 2020, pembajakan kapal yang dialami oleh kapal MT Winposh Resolve terjadi saat mereka hendak melintasi selat Singapura. Mereka hendak menuju ke Pulau Sambu, Batam dari tujuan asal Malaysia.

Pada Senin malam 18 Mei 2020 pukul 21.38 WIB Puskodal Guskamla I menerima informasi marine band CHANEL-16, bahwa adanya upaya perompakan yang dilakukan 6 orang tak dikenal terhadap MT. Winposh Resolve.

Mendengar kabar tersebut, kapal berbendera Indonesia ini langsung didatangi KRI Bubara yang dikomandani Mayor Laut (P) Hanafi. Tim VBSS langsung melaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan di seluruh ruangan dan bagian kapal.

Namun sayang, para pelaku perompakan tidak ditemukan. Mereka diketahui telah melarikan diri dan selanjutya kapal dinyatakan Ship Clear atau kapal sudah aman. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari ABK kapal, bahwa pembajak naik ke kapal MT Winposh Resolve pukul 21.25 WIB.

VIVA Militer: Guskamla I Tangani Kasus Perompak Kapal MT Winposh Resolve

Setidaknya, sekitar 6 orang membawa pistol dan parang. Mereka juga melakukan penyanderaan dan hanya menyandera 1 orang ABK, sementara ABK yang lain masuk ke ruangan-ruangan.

Sekitar pukul 21.35 WIB salah satu pembajak berteriak "ada yg melapor", setelah itu mereka langsung turun dan para pelaku melarikan diri menggunakan perahu ke arah Nongsa.

Untuk melihat kejadian perampokan itu, Puskodal Guskamla I harus melihat CCTV yang ada di kapal. Namun mereka tidak dapat mengaksesnya karena seluruh ABK tidak mengetahui password. Sementara itu, untuk kerugian personel nihil, tapi untuk kerugian materil 2 HP milik ABK dicuri.

Untuk itu GuskamLA I meningkatkan kesiagaan menjelang Idul Fitri guna mengantisipasi peningkatan eskalasi keamanan laut dari dampak COVID-19. Ternyata, dalam seminggu terakhir telah terjadi dua kali upaya gangguan keamanan laut yang dilakukan oleh OTK di perairan Selat Singapura dan Kepulauan Riau terhadap kapal-kapal yang melintas. 

Baca: Mengenang 58 Tahun Operasi Serigala