TNI gencarkan progam serbuan vaksin untuk tekan penyebaran COVID-19

Kodim 0503/ Jakarta Barat menggencarkan program serbuan vaksin TNI untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di DKI Jakarta.

"Program serbuan vaksin tetap berjalan sesuai arahan pimpinan. Fenomena di DKI kasus memang sedang meningkat, walaupun angka kematian rendah," kata Komandan Kodim 0503/JB Kolonel Kav I Made Maha Yudhiksa, saat ditemui di Jakarta Barat, Senin.

Vaksinasi tersebut dilakukan guna memastikan imunitas warga meningkatkan sehingga potensi terpapar COVID-19 pun dapat diperkecil.

Sejauh ini, lanjut I Made, pihaknya telah membuka tujuh gerai vaksin di wilayah Jakarta Barat yakni masing-masing gerai vaksin tersebut berlokasi di setiap wilayah Koramil.

"Kami juga buka di tempat tempat keramaian seperti yang sedang berlangsung di Mal Season City," jelas dia.

Baca juga: Dinkes DKI buka layanan vaksin "booster" di Jakarta Fair

Pihaknya juga berkolaborasi dengan setiap puskemas di kecamatan dalam membuka gerai vaksin.

Dengan kolaborasi tersebut, I Made mengaku saat ini cukup banyak warga yang sudah tervaksin di gerainya.

"Kalau dosis satu dan dua melampaui 100 persen dan dosis tiga kita galakkan kembali," kata dia.

Ia mengaku, dalam sehari satu gerai bisa 150 orang yang divaksin atau lebih.

I Made pun tidak bisa memastikan berapa dosis vaksin yang pihaknya siapkan dalam program serbuan vaksin.

Baca juga: Puskesmas Kelurahan Cilangkap lakukan jemput bola vaksinasi "booster"

Dia hanya memastikan pihaknya mendapatkan dukungan penuh dari pihak Kesehatan Daerah Militer (Kesdam) dan puskesmas kecamatan ataupun kelurahan dalam penyediaan dosis vaksin.

Sebelumnya, berdasarkan data terbaru yang diunggah corona.jakarta.go.id, pada Minggu (24/7)tercatat ada 12.586.936 warga DKI Jakarta yang telah menerima vaksin dosis satu.

Untuk dosis ke dua sendiri sudah mencapai 10.754.057 orang dan dosis ke tiga sudah 4.402.523.

Untuk Minggu saja, tercatat 1.048 warga menerima vaksin dosis satu, 1.109 warga menerima vaksin dosis dua dan dosis ke tiga sebanyak 27.669.

Sementara itu, jumlah kasus aktif yakni yang dirawat dan diisolasi pada Minggu (24/7) bertambah 491 kasus sehingga total menjadi 20.465 kasus dan jumlah kasus positif bertambah mencapai 2.151 kasus.

Adapun persentase kasus positif di DKI mencapai 17,3 persen dengan total jumlah orang dites usap PCR selama sepekan terkahir mencapai 101 ribu orang atau sudah melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Jakarta per pekan mencapai 10.645 orang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel