TNI Kerahkan Helikopter Evakuasi 2 Jenazah Teroris MIT dari Hutan Poso

·Bacaan 3 menit

VIVA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabssus) yang telah berhasil dalam menyergap dan menembak mati dua orang teroris Poso anak buah Ali Kalora pada hari Minggu, 11 Juli 2021 lalu, hari ini berusaha mengevakuasi jenazah Rukli dan Ahmad Panjang dari camp tempat persembunyiannya di daerah Pegunungan Tokasa, Poso.

Karena medan yang sangat terjal dan gangguan cuaca, TNI Angkatan Udara akhirnya menerjunkan satu unit Helikopter Caracal ke lokasi yang dijadikan camp tempat persembunyian kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) itu.

Wakil Komandan Satuan Tugas Khusus (Wadansatgassus) Koopsgabsus Tricakti Letkol Inf Romel J. Wardhana memimpin langsung proses evakuasi di lapangan. Dia menyatakan, kondisi medan yang berada di tengah jurang dan terjal membuat upaya evakuasi mengeluarkan dua jenazah terduga teroris dari dalam hutan terkendala hampir tiga hari ini.

Menurut Wadansatgassus, evakuasi dua jenazah korban yang berada di bawah jurang kedalaman lebih dari 50 meter itu harus dilakukan dengan menggunakan alat angkut udara helikopter Caracal.

Sementara itu, Pilot Heli Caracal, Letkol PNB Imanuel Simarmata menjelaskan, sempitnya medan serta lebatnya hutan semakin menyulitkan manuver Heli Caracal dapat mencari posisi aman untuk hover. Kapten Pilot Letkol PNB Imanuel Simarmata yang langsung menerbangkan Heli Caracal pagi ini menuju ke titik landing zone yang sudah dipersiapkan oleh pasukan Koopsgabssus dibawah komando Dantim 2 Tim Satgas Tricakti, Lettu Inf David Manurung yang telah berhasil menyergap dan menembak mati dua orang teroris anak buah Ali Kalora di sekitar pegunungan Tokasa itu.

“Faktor alam bervariasi dengan lembah yang dikelilingi vegetasi pohon rapat, lebatnya hutan dan lembah yang cukup terjal tertutup serta tebing sangat curam di sepanjang rute evakuasi turut menghambat proses evakuasi,” kata Pilot Letkol PNB Imanuel Simarmata dalam keterangan yang diterima VIVA Militer, Selasa, 13 Juli 2021.

Sementara itu, Wadansatgassus Koopsgabssus Letkol Inf Romel J. Wardhana mengatakan, saat ini upaya evakuasi jenazah dilakukan dengan hoist crane dan basket stretcher serta terus menentukan titik final approach untuk mempercepat evakuasi.

“Jajaran Koopsgabsus Tricakti bersama Prajurit TNI dan Polri di lokasi hingga Selasa pagi terus berupaya untuk mengevakuasi dua jenazah teroris MIT dari TKP, termasuk dibantu masyarakat yang tinggal di sekitar Pegunungan Tokasa, yang secara spontan sukarela untuk membantu proses evakuasi jenazah,” kata Wadansatgassus Letkol Inf Romel J. Wardhana.

“Mudah-mudahan hari ini kedua jenazah tersebut dapat dievakuasi secara tuntas dan bisa segera diberangkatkan ke RS. Bhayangkara Polda Sulteng untuk proses identifikasi dan autopsi,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada hari Sabtu, 10 Juli 2021 lalu prajurit Kopassus TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Koopsgabssus dibawah komando Panglima Koopsgabssus Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon telah berhasil melacak camp yang dijadikan tempat persembunyian kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora di Pegunungan Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah.

Berkat kesigapan serta kelihaian prajurit Kopassus yang dipimpin oleh Dantim 2 Tricakti Lettu Inf David Manurung, pada hari Minggu, 12 Juli 2021 sekitar pukul 03.00 Wita dini hari, lima personel Kopassus yang ditugaskan melakukan pengejaran itu berhasil mendekat ke camp dan melakukan penyergapan terhadap lima orang terduga teroris yang tengah beristirahat di tempat persembunyiannya.

Dalam penyergapan itu dua orang teroris berhasil di tembak mati, mereka adalah Rukli dan Ahmad Panjang. Sementara tiga orang terduga teroris lainnya berhasil melarikan diri tunggang langgang masuk ke tengah hutan rimba di pegunungan Tokasa.

Baca: Kisah 5 Prajurit Kopassus Tembak Mati 2 Teroris Poso di Gunung Tokasa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel