TNI kirim Nakes Tambahan dan Oksigen ke Kalimantan dan Sulawesi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) hari ini kembali mengirim 14 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) tambahan dan 190 Oxygen Concetratrator (OC) ke Kalimantan dan Sulawesi Selatan. Pengiriman tenaga kesehatan dan tabung oksigen itu dilakukan untuk membantu penanganan COVID-19 di beberapa kota di Kalimantan dan Sulawesi Selatan.

14 personel Tenaga Kesehatan yang dikerahkan oleh Mabes TNI berasal dari Perwira Pertama Kesehatan Abituren Pendidikan Pertama Prajurit Perwira Karier (Dikmapa PK) TNI TA 2021. Mereka rencananya akan ditempatkan untuk menambah kekuatan tenaga medis di Kota Banjarmasin sebanyak 2 personel, Kota Banjarbaru 2 personel, Kota Tarakan 5 personel, dan Kabupaten Berau 5 personel.

Sementara, untuk bantuan 190 Oxygen Concetratrator (OC) rencananya akan didistribusikan ke Kota Makassar sebanyak 50 OC, Kota Banjarmasin sebanyak 25 OC, Kota Banjarbaru sebanyak 25 OC, Kota Tarakan sebanyak 40 OC dan Kabupaten Berau sebanyak 50 OC.

Pengiriman bantuan Tenaga Kesehatan dan oksigen itu diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara milik Skadron 32 Malang yang diawaki oleh Pilot Mayor Pnb Fahmi Aldila Firdaus serta Co-Pilot Lettu Pnb Matheus Banu L, serta Letda Pnb Satria Putradirga.

Adapun rute penerbagan pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara itu adalah, take off dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Samarinda Kalimantan Timur, Tarakan Kalimantan Utara, Banjarmasin Kalimantan Selatan, Ujung Pandang Makassar dan akan kembali ke Malang, Jawa Timur.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Integratif Pusat Kesehatan (Kabidyankesin Puskes) TNI, Kolonel Laut (K) R.M. Tjahja Nurobbi menjelaskan, pengiriman bantuan tersebut sesuai dengan perintah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tentang penggunaan kekuatan TNI untuk percepatan penanganan COVID-19 di seluruh wilayah Indonesia serta pelaksanaan operasi penanganan COVID-19 dan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

Selain itu, di hadapan 14 personel Tenaga Kesehatan yang akan ditugaskan ke Kalimantan dan Sulawesi dia juga menegaskan, COVID-19 adalah salah satu ancaman yang bisa mengganggu stabilitas negara serta kedaulatan negara. Dengan demikian, seluruh prajurit TNI wajib berjuang bersama-sama melawan pandemi COVID-19 di Indonesia.

“Oleh karena itu, wajib hukumnya TNI untuk berpartisipasi di dalam penanggulangan pandemi COVID-19,” kata Kolonel Laut (K) R.M. Tjahja Nurrobi di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu, 4 Agustus 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Kabidyankesin Puskes TNI yang turut didampingi Danskadik 504 Halim Perdanakusuma Letkol Kes Seno Hadi berpesan kepada para Tenaga Kesehatan agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Karena tugas pada hakekatnya adalah kepercayaan pimpinan yang harus dijalankan.

“Kalian sudah dipercaya untuk melaksanakan tugas karena pimpinan telah menilai kinerja kalian, baik selama kalian di pendidikan, penugasan di Wisma Atlet dan Kodam III/Siliwangi. Kalian harus bersyukur dan bangga, karena tidak semua orang dapat penugasan tambahan ini. Laksanakan koordinasi sebaik-baiknya dengan instansi terkait, baik itu dengan Kodam, Kesdam, maupun instansi lain di luar TNI, Pemerintah Daerah, Kecamatan, Kabupaten dan lain sebagainya,” ujarnya.

Baca: 2 Jenderal TNI Pengendali Militer di Dua Daerah Strategis Diganti

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel