TNI: KST Lakukan Pembakaran di Bandara Aminggaru Ilaga Papua, 1 Pesawat Rusak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria mengungkapkan perkembangan baku tembak antara aparat TNI-Polri dan Kelompok Separatis dan Terori (KST) Papua di Bandara Aminggaru Ilaga. Dia menyebut, aksi KST membuat 1 unit pesawat rusak.

"Dari hasil pantauan Satgas TNI terlihat adanya kobaran api di sekitar Bandara Aminggaru yang dilakukan oleh KST, aksi pembakaran yang dilakukan oleh KST tersebut mengakibatkan beberapa bangunan di sekitar Bandara Aminggaru mengalami kerusakan termasuk 1 unit pesawat rusak yang parkir di Appron Bandara," kata Reza lewat keterangannya, Jumat (4/6/2021).

Dia menambahkan, dalam peristiwa kontak tembak tersebut tidak ada kerugian personel di pihak TNI Polri. Kini pihaknya masih mengecek perusakan yang dilakukan KST.

"Pada tanggal 4 Juni 2021 aparat keamanan gabungan TNI Polri direncanakan akan meninjau lokasi Bandara Aminggaru Ilaga Kabupaten Puncak untuk mengecek dan memastikan kerusakan akibat aksi pembakaran yang dilakukan oleh KST," ucap Reza.

Dia menyebut, tindakan KST sangat tidak bertanggung jawab dan menyebabkan instabilitas di Kabupaten Puncak Papua. Sehingga, akan mengganggu proses pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

"Kita doakan bersama semoga situasi di Kabupaten Puncak semakin kondusif sehingga pembangunan akan dapat dilaksanakan sesuai rencana," pungkas Reza.

Polri: KKB Semakin Brutal, Tembak 5 Warga Sipil di Ilaga

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Alqudusy menyebut, bahwa tindakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua semakin brutal. Menurutnya, setelah menembak mati seorang karyawan bangunan bernama Habel Halenti (30), KKB kembali menembak 5 orang warga sipil.

"KKB semakin brutal, setelah menembak mati Hebel Halenti (30) di Eromago Ilaga, kembali KKB menembak 5 orang satu Keluarga Kepala Desa. Lokasi masih di Eromaga," kata Iqbal lewat keterangannya, Jumat (4/6/2021).

Iqbal mengungkapkan, korban yang meninggal adalah keluarga dari Kepala desa Nipurlema atas nama Petianus Kogoya. Dia mengatakan, korban 1 keluarga sebanyak 5 orang dan semuanya meninggal dunia termasuk Kepala Desa Petianus Kogoya.

"Saat ini korban masih berada di Eromaga dan belum bisa di evakuasi karena masih terjadi kontak tembak di sekitar Bandara Ilaga," ucapnya.

Iqbal menambahkan, masyarakat yang berada di sekitar Eromaga sebanyak 10 kampung mengungsi ke arah Kunga. Pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan.

"TNI Polri saat ini terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan warga masyarakat Eromaga," pungkasnya.

Reporter: Muhammad Genatan Saputra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel