TNI-Polri dan Pemprov Bangun Posko PPKM Mikro Dekat Eks Markas FPI

Bayu Nugraha, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tiga pilar Jakarta Pusat meresmikan posko pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Lokasi posko tersebut terletak di Jalan Petamburan III, tepatnya di dekat bekas markas Front Pembela Islam (FPI).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, posko ini merupakan sarana untuk menjaga, sekaligus mengawasi protokol kesehatan COVID-19 bagi masyarakat Petamburan. Sebab, penerapan protokol kesehatan ini tak semata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat.

"Pandemi ini adalah musuh kita bersama, jadi bukan siapa yang paling berwenang. Bukan hanya Pemda (Pemerintah Daerah), Kepolisian, dan Dandim, tetapi harus bersama-sama," ucap Hengki di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis 25 Februari 2021.

Hengki menambahkan, bahwa kegiatan yang akan berjalan di posko ini bukan hanya pengawasan saja. Tapi akan ada pembagian sembako untuk masyarakat sekitar.

"Pembagian sembako ini juga diharapkan akan terus berlanjut sampai Idul Fitri. Jadi bukan hanya pengawasan, tetapi juga akan ada kegiatan sosial," tambahnya.

Selain posko pengawasan, di lokasi ini juga telah dibuat Kampung Tangguh Jaya pada Desember 2020 lalu. Beberapa kegiatan, seperti budidaya ikan lele hingga tanaman hidroponik juga telah berjalan.

Hengki mengklaim, wilayah Jakarta Pusat saat ini menjadi zona kuning. Turunnya angka positif COVID-19 di wilayah Jakarta Pusat ini tidak terlepas dari peran Kampung Tangguh Jaya.

Suksesnya Kampung Tangguh Jaya di wilayah Jakarta Pusat tidak terlepas dari upaya jajaran kepolisian dalam melakukan berbagai terobosan menekan angka COVID-19. Tidak hanya fokus pada pelacakan pasien terpapar Corona (testing, tracing, dan treatment), Kampung Tangguh juga mewujudkan ketangguhan masyarakat di zona merah dari sisi ekonomi.

"Ini terbukti dari beberapa RW di masyarakat, ada success story before-after-nya," ujar Hengki.

Saat ini, ada 18 RW di beberapa kelurahan di delapan kecamatan di wilayah Jakarta Pusat (Kecamatan Sawah Besar, Menteng, Gambir, Senen, Cempaka Putih, Kemayoran, Johar Baru, Tanah Abang) yang sudah keluar dari zona merah menjadi zona hijau. Saat ini, angka positif COVID-19 nihil di 18 RW tersebut.

Strategi Polres Jakarta Pusat bersama Tiga Pilar dalam mewujudkan Kampung Tangguh ini menjadi program unggulan dalam memberikan implikasi positif, baik terhadap penurunan angka penyebaran COVID-19, maupun dalam ketahanan pangan warga.

Di Kampung Tangguh Jaya yang dibangun di RW-RW zona merah COVID-19 ini, masyarakat bersama aparat TNI-Polri dan Pemkot Jakpus bergotong royong melakukan upaya ketahanan pangan. Di sisi lain, juga dibangun ketangguhan dalam kamtibmas.

Polres Jakarta Pusat juga mewujudkan empathy building dalam rangka ketahanan pangan masyarakat. Pengusaha hingga masyarakat ikut berperan dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kampung Tangguh ini.

Kawasan Petamburan memang sempat menjadi sorotan. Saat itu, terjadi pelanggaran protokol kesehatan dalam jumlah masif saat kedatangan pemimpin FPI Rizieq Shihab pada 2020 lalu.

Hasilnya, sejumlah pejabat publik dicopot dari jabatannya. Bahkan, Rizieq dan beberapa petinggi FPI lainnya dipenjara hingga berujung pembubaran ormas tersebut.

Baca juga: PPKM Mikro Berlanjut, Ganjil Genap Belum Diberlakukan Lagi