TNI-Polri di Bali ajak tokoh agama jaga kamtibmas jelang KTT G20

Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 1611/Badung dan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar terus memperkuat sinergi dengan masyarakat adat, para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November mendatang.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Denpasar Komisaris Besar Polisi Bambang Yugo Pamungkas di Denpasar, Bali, Senin menyatakan penguatan sinergitas tersebut merupakan komitmen penuh jajaran Polresta Denpasar mendukung perhelatan G20.

Hal tersebut penting mengingat di wilayah Polresta Denpasar khususnya wilayah Denpasar Selatan terdapat dua venue KTT G20 yang nantinya akan dikunjungi kepala negara dan para delegasi yaitu Taman Hutan Raya Mangrove Ngurah Rai dan Venue Kura-Kura Island di kawasan Bali Turtle Island Development (BTID) Serangan.

Baca juga: 1.148 polisi jaga rangkaian G20 di Bali selama pekan pertama Oktober

Selain dua kawasan tersebut, terdapat hotel yang menjadi tempat menginap delegasi G20. Karena itu, kata Kapolresta, Polresta Denpasar bersinergi dengan Kodim 1611/Badung terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan hal tersebut agar situasi kamtibmas tetap kondusif sebelum maupun sesudah penyelenggaraan kegiatan internasional tersebut.

Sebagai bentuk komitmen Polresta Denpasar dalam menyambut ajang internasional tersebut, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas bersama Dandim Kolonel Inf. Dody Trio Hadi dan Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana menghadiri langsung kegiatan bertajuk "Sosialisasi dan koordinasi dalam rangka menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif selama rangkaian pelaksanaan Presidensi G20 di wilayah Denpasar Selatan".

Selain itu, kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri pula oleh Camat, Danramil, Kapolsek Denpasar Selatan, Majelis Alit, Kades, Lurah, Jro Bendesa, Ketua Pecalang se-Kecamatan Denpasar Selatan, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, GM Indonesia Power, pengurus masjid/mushola, pengurus gereja dan juga para manager hotel tempat menginap delegasi di wilayah Denpasar Selatan.

“Mari Kita bersama lakukan deteksi dini mulai dari melakukan pendataan penduduk pendatang untuk antisipasi pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin mengganggu atau pun menggagalkan event G20,” kata Kapolresta Denpasar.

Menurut Kapolresta, rangkaian pelaksanaan G20 sudah dimulai sejak awal tahun 2022 dan acara puncak terakhir pada bulan November 2022 mendatang yang diketuai oleh Indonesia, menjadi ajang pertaruhan nama baik Indonesia di mata dunia internasional.

“Kami mohon semua pihak termasuk majelis adat, pecalang dan juga pengurus masjid maupun gereja turut ikut menjaga situasi kamtibmas di wilayah masing-masing,” kata Kapolresta Denpasar Bambang Yugo Pamungkas.

Sementara itu, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Dody Trio Hadi meminta kepada para tokoh adat, pemerintahan, tokoh agama dan tokoh masyarakat bersinergi dan bersama memelihara keamanan di wilayah Denpasar Selatan.

“Kita sosialisasikan dari sekarang mengenai acara puncak pertemuan Presidensi G20 dan nanti pada saat pimpinan kepala negara melintas wilayah Denpasar Selatan akan dilakukan sterilisasi jalan, sehingga perlu untuk disosialisasikan kepada masyarakat demi suksesnya acara tersebut,” kata Dandim 1611 Badung.

Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana yang hadir dalam acara sosialisasi tersebut menyampaikan Forkopimda Kota Denpasar memiliki kerja sama yang sangat luar biasa dalam menghadapi setiap permasalahan baik itu keamanan, maupun kehidupan sosial di wilayah Kota Denpasar.

Dia pun menghimbau agar masyarakat bijak bermedia sosial dengan cara tidak memposting hal yang membuat kegaduhan dalam masyarakat, sehingga berdampak positif bagi pariwisata dan perekonomian di Bali.

Baca juga: Bali optimistis jumlah kunjungan wisatawan pulih pada 2023
Baca juga: Ratusan penggemar sepak bola di Bali doakan korban tragedi Kanjuruhan