TNI-Polri komitmen jaga keberagaman dengan renovasi 11 tempat ibadah

·Bacaan 3 menit

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi apresiasi atas sinergisitas TNI-Polri dalam mewujudkan komitmen untuk menjaga keberagaman beragama melalui pembangunan dan renovasi 11 tempat ibadah di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, Sigit berpandangan bahwa hal itu membuktikan komitmen dua lembaga tersebut dalam hal menjaga keberagaman dan kebebasan beragama masyarakat Indonesia.

"Ini menjadi salah satu hal yang perlu kita contoh. Bahwa tentunya TNI-Polri selalu berkomitmen menjaga keberagaman di Indonesia," kata Sigit

Pembangunan dan renovasi tempat ibadah itu dilakukan pada tujuh masjid, satu musala, satu pura, satu gereja, dan satu pondok pesantren. Sigit menambahkan, hal itu juga wujud dari TNI-Polri yang berdiri di atas semua golongan.

Baca juga: Kapolri paparkan strategi cegah penyebaran Omicron di Tanah Air

"Jadi ini bentuk TNI-Polri berdiri untuk melindungi dan di atas semua golongan yang memang harus dijaga dan diamankan," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Menjaga kebebasan beragama, kata Sigit, merupakan amanat ideologi Pancasila dan konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagaimana Pasal 28 dan Pasal 29. Terjaminnya kebebasan beragama juga merupakan bagian dari pengakuan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

"Dan ini tentunya wajib bagi kita khususnya TNI-Polri untuk melindungi kebebasan memeluk agama dan ibadah menurut keyakinannya," ucap Sigit.

Sigit mengaku mendapatkan laporan adanya gangguan terhadap masyarakat yang hendak melangsungkan kegiatan ibadah di salah satu wilayah. Ia meminta agar hal serupa tidak kembali terjadi.

Pemerintah, kata Sigit, bersama TNI dan Polri harus hadir untuk memberikan solusi jika terjadi suatu gangguan. Selain itu, harus menjamin seluruh umat beragama di Indonesia bisa diberikan kesempatan untuk beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.

"Saya ingatkan, agama apa pun yang diakui, wajib kita lindungi. Maka pada saat mereka melaksanakan ibadah, kita TNI-Polri dan Pemerintah wajib memberikan perlindungan. Karena itu bagian dari amanah konstitusi," tutur Sigit.

Dalam kesempatan ini, Sigit juga mengingatkan kepada seluruh jajarannya bahwa, salah satu kekuatan Bangsa Indonesia adalah mampu melindungi, mempertahankan dan menjamin keberagaman yang ada. Hal itu juga bisa menjadi modal untuk menuju Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.

"Manakala kita mampu menjaga persatuan dan kesatuan, pertumbuhan ekonomi, SDM unggul, semua bisa berjalan apabila stabilitas keamanan persatuan kesatuan bisa kita pertahankan," jelas Sigit.

Baca juga: 67,8 persen publik puas dengan kinerja Polri

Dengan demikian, Sigit menekankan, kesatuan dan persatuan harus betul-betul dijaga dan dipertahankan karena merupakan tujuan nasional bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, Sigit menegaskan, jajaran TNI-Polri jangan mudah terpecah belah dalam melindungi kebebasan umat beragama.

"Karena memang negara kita terdiri dari berbagai macam suku, agama bahasa dan etnis. Dan tentunya itu satu kekuatan yang harus kita pertahankan," kata Sigit.

Persatuan dan kesatuan, kata Sigit, sudah dapat dibuktikan dari penanganan dan pengendalian pandemi COVID-19. Saat ini, laju pertumbuhan virus korona sudah jauh lebih baik. Semua itu, kata Sigit, berkat sinergitas dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat Indonesia.

Di masa sulit pandemi COVID-19 dewasa ini, menurut Sigit, seluruh beban yang berat akan terasa ringan jika Pemerintah, TNI, Polri, dan elemen masyarakat bergandengan tangan dan bersatu padu.

"Dan ini terlihat di masa sulit kita pada saat kita menghadapi pandemi COVID-19, seluruh elemen masyarakat bersatu. TNI-Polri, Pemda, Pemerintah Pusat, masyarakat, relawan bersatu padu untuk bergerak bersama menghadapi COVID-19. Bulan Juli lalu kita hadapi angka COVID-19 yang sangat tinggi. Terjadi situasi gelombang kedua yang akibatnya banyak warga dan keluarga kita masuk rumah sakit. Namun, hari ini angka bisa kita kendalikan. Positivity rate-nya di bawah 1," kata Sigit.

Baca juga: Menhub-Menkes-Kapolri tinjau terminal kedatangan international Soetta
Baca juga: Kapolri meninjau tahapan pemeriksaan PPI hingga masuk karantina

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel