TNI Turut Jaga Lokasi Bentrok Parigi Moutong

Palu (ANTARA) - Sebanyak tiga peleton pasukan TNI turut menjaga lokasi bentrok di perbatasan Kelurahan Loji dan Kelurahan Masigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Komandan Kodim 1306/Donggala Letnal Kolonel CZI Rudy Wahjudiono di Parigi, Selasa, mengatakan seratusan personel TNI itu berasal dari Brigade Infanteri Otamanasa 711/Raksatama Palu, Kompi Senapan B Kasimbar dan Koramil 08/Parigi.

Dia mengatakan aparat TNI itu akan membantu kepolisian untuk mengamankan daerah konflik agar tidak terjadi lagi tawuran antarwarga.

Pasukan TNI itu akan bertugas selama tiga hari sejak Senin (25/2). "Jika situasi sudah kondusif, pasukan TNI akan ditarik ke markas masing-masing," kata Rudy.

Menurutnya, situasi di lokasi bentrok saat ini sudah kondusif, tidak ada lagi kerumunan massa.

Saat ini pasukan gabungan dari TNI dan Polri yang berjumlah sekitar 240 personel masih bersiaga di lokasi bentrok.

Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana mengemukakan bahwa lokasi bentrok di perbatasan Kelurahan Masigi dan Kelurahan Loji kondusif meski masih dijaga ratusan aparat keamanan.

Karena itu Kapolda berharap kondisi tersebut tetap terjaga dan warga juga diharapkan mempertahankan situasi.

Dia juga meminta warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh hasutan yang tidak jelas. "Kalau ada apa-apa sampaikan ke pihak keamanan agar cepat ditangani," katanya.

Menurutnya, bentrok antarwarga justru akan menimbulkan kerugian dan menciptakan ketakutan terhadap masyarakat.

Bentrok antarwarga yang terjadi pada Senin (25/2) dini hari itu diduga akibat ada pemuda mabuk usai balapan liar di Jalan Pelabuhan.

Akibat bentrok itu, dua warga tertembak senapan angin dan sejumlah orang dan aparat keamanan dilaporkan terkena lemparan batu.

Insiden itu juga menyebabkan tiga kios penjual pulsa telepon genggam ludes dibakar orang tak dikenal.

Sejumlah kaca rumah milik warga yang berada di sekitar lokasi bentrok juga pecah berantakan akibat terkena lemparan batu.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.