TNI Waspadalah, Bahaya Besar Telah Muncul dari Samudera Pasifik

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Peringatan penting bagi militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) bahaya besar yang dapat mengancam keselamatan telah muncul di timur Indonesia.

Ancaman bahaya itu berasal dari Samudera Pasifik. Diperingatkan, bahwa badai tropis atau Tropical Cyclone bernama TC94W telah tercipta di utara dari wilayah Papua.

Peringatan kemunculan badai tropis ini baru saja diterbitkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Dalam siaran resmi dilansir VIVA Militer, Rabu 14 April 2021, berdasarkan pemantauan terkini dari Joint Thypoon Warning Centerdisebutkan badai tropis telah tercipta sejak beberapa hari lalu. Dan kian hari diprediksi akan semakin menguat.

Menurut Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TREAK) LAPAN, penguatan TC94W ini berdampak pada pembentukan sistem awan konvektif skala meso yang meluas di wilayah perairan Halmahera.

"TC atau biasa disebut badai siklon dengan skala luas ini dicirikan dengan aktivitas konvektif yang semakin meluas disertai angin kencang dan hujan deras yang terjadi secara persisten di sekitar wilayah badai yaitu di Perairan Maluku," tulis LAPAN.

Yang patut diwaspadai pula bagi seluruh prajurit TNI, selain terjadi di lautan berdasarkan prediksi SADEWA-LAPAN, peningkatan hujan signifikan juga terjadi di atas daratan.

Seperti wilayah Maluku bagian utara khususnya di Tolofu dan sekitarnya. Peningkatan hujan terprediksi mulai terjadi sejak dini hari pada 13 April dan terus berlangsung secara persisten dengan intensitas hujan cenderung meningkat pada sore-malam hari hingga 15 April 2021.

Prediksi peningkatan hujan dan durasi hujan yang persisten selama tiga hari berturut-turut tersebut tak hanya dipengaruhi oleh penguatan TC94W, melainkan juga didukung suplai kelembapan yang sangat tinggi dari Samudera Pasifik dan saat ini terkonsentrasi di bagian barat Pasifik atau perairan timur Indonesia, dan memanjang hingga perairan timur Australia.


?
Sebagai catatan, masyarakat di sepanjang pesisir barat Maluku Utara terutama yang berlokasi dekat dengan daerah aliran sungai dan daerah pegunungan perlu mewaspadai dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap peningkatan hujan yang siginifikan persisten selama 13 hingga 15 April 2021 karena dapat berpotensi menimbulkan bencana banjir, banjir bandang, dan longsor.

Dengan adanya aktivitas badai tropis ini, seluruh prajurit TNI diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan. Terutama bagi mereka yang bertugas di lautan terdampak aktivitas badai tropis TC94W. Sebab aktivitas badai tropis ini berpotensi memicu bencana.

Sebelumnya Indonesia juga terdampak aktivitas Badai Tropis Seroja. Akibat aktivitas ini terjadi bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur yang menyebabkan banyak korban jiwa.

Baca: Prajurit TNI Rekam Penampakan Kampung Hilang Terkubur Batu Raksasa