Togaraja menyajikan panorama Danau Toba dari ketinggian

Pulau Samosir yang berada di tengah-tengah Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara, memiliki banyak objek wisata yang mampu menghipnotis pengunjung untuk berlama-lama menikmati keindahan panoramanya.

Sebagai daerah yang baru mekar dari kabupaten Toba, Kabupaten Samosir terus berpacu mengolah sejumlah potensi yang dimiliki, baik pertanian, maupun pariwisatanya yang tujuan utamanya adalah demi meningkatkan perekonomian warga.

Terkait pariwisata, pemerintah daerah juga terus berpacu untuk terus melakukan pembenahan. Hal itu tentunya bukan sekedar isapan jempol belaka, terbukti baru-baru ini telah dibuka satu objek wisata yang akan semakin menambah daftar tujuan berwisata.

Objek wisata yang baru diresmikan tersebut adalah Togaraja yang berada di Desa Partuko Naginjang, Kecamatan Harian. Togaraja merupakan lokasi daerah wisata yang menyuguhkan pemandangan Danau Toba dari ketinggian.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, Desa Partuko Naginjang merupakan salah satu dari 54 Desa Wisata yang ditetapkan Pemkab Samosir melalui keputusan Bupati Samosir Nomor 77 tahun 2022 tentang Penetapan Desa Wisata di Kabupaten Samosir.

Objek wisata Togaraja menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan dari atas ketinggian Desa Partuko Naginjang. Yang lebih menarik lagi, objek wisata alam Togaraja itu juga didukung dengan agrowisata disepanjang jalan.

Pemkab Samosir mendukung penuh pengembangan desa wisata tersebut dan akan membantu dalam pembinaan dan pelatihan pengelolaan objek serta membantu dalam menjalin kerjasama dengan penggiat pariwisata dan sponsor.

Untuk itu diharapkan peran BUMDes untuk menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pariwisata, Dinas Pariwisata Sumatera Utara, Kementerian Pariwisata, biro perjalanan, Himpunan Pramuwisata Indonesia dan perhimpunan hotel dan restoran Indonesia, akademisi serta media.
Baca juga: Bersama 9 BUMN, Indonesia Re hijaukan Kawasan Danau Toba

Selain objek wisata Togaraja, ada beberapa lokasi lainnya yang menjadi rekomendasi bagi masyarakat untuk mengunjunginya, selain menyuguhkan pemandangan alam yang asri juga kental dengan budaya Batak diantaranya adalah Desa Wisata Tomok.

Tomok merupakan pusat wisata belanja di Pulau Samosir, berbagai cenderamata dan oleh-oleh khas dapat ditemukan di sini seperti ulos, gelang, kalung, pakaian berciri khas Batak dan masih banyak lainnya.

Wisatawan yang berkunjung ke tempat ini tidak akan meninggalkan kesempatan untuk menyaksikan tarian patung Sigale-gale yang telah melegenda.

Disekitar Tomok juga terdapat objek wisata lainnya yakni makam Raja Sidabutar yang dahulunya merupakan penguasa di tanah batak. Tomok sendiri merupakan pelabuhan penghubung dari Ajibata, parapat. Dari Tomok, Wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke destinasi pilihan lainnya.

Kemudian adalah Ambarita, yaitu sebuah kampung yang terkenal karena benda-benda peninggalan zaman megalitikum.

Untuk mencapai kampung ini, bisa melakukan perjalanan dengan kapal wisata selama 20 menit yang bertolak dari pelabuhan Tomok atau dengan berjalan kaki menyusuri Pulau Samosir dengan waktu tempu sekitar i jam dari Tuktuk. Dapat juga dengan menyewa sepeda atau sepeda motor menuju Ambarita.

Sebagai kampung batak Kuno, Ambarita menyimpan cerita yang masih hidup sampai sekarang. Memasuki kampung Ambarita, pengunjung akan disambut patung batu besar yang konon dipercaya menjadi penjaga dan pengusir roh jahat yang akan masuk ke dalam kampung. Patung ini disebut Pangulubalang.

Dekat dengan dermaga, terdapat sebuah tempat yang disebut Huta Sialagan. Huta atau kampung ini merupakan perkampungan yang dahulu dipimpin oleh Raja Sialagan.

Di dalam Huta Sialagan ini pengunjung akan menemukan banyak situs peninggalan sejarah, termasuk rumah adat tradisioal Batak yang berjajar. Selain itu juga terdapat batu persidangan sebagai tempat persidangan adapat pada masa lalu.

Pemandu lokal akan memberikan informasi kepada wisatawan tentang sejarah kampung dan mendemonstrasikan prosesi persidangan yang berlangsung pada masa Batak kuno.
Baca juga: Sandiaga Uno pastikan tatanan ekonomi baru berpihak kepada UMKM

Wisata Sipatungan

Upaya pemkab Samosir untuk terus melakukan pembangunan di berbagai sektor, khususnya sektor pariwisata mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk juga Kementerian Desa melalui Ditjen Pembangunan Desa yang menyepakati pengembangan objek wisata Sipatungan di Kecamatan Sitio-tio.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Program Pengembangan Objek wisata alam Dolok sipatungan Desa Sabulan Kecamatan Sitiotio Kabupaten Samosir yang ditanda tangani Kepala Desa Sabulan Polmer Sinaga, Kadis SosPMD Agus Karo-Karo, dengan Ditjend Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa PDTT Sugito,S.Sos,MH dan Sari Aritonang (sub koord. Wilayah).

Pada pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, Desa Sabulan mendapat bantuan pembangunan dua unit homestay yang dananya bersumber dari APBN melalui kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi sebesar Rp500 juta. Pembangunan homestay tersebut direncanakan akan dimulai pada pertengahan Juli 2022.

Upaya yang dilakukan untuk terus memajukan sektor pariwisata disadari betul oleh pemerintah daerah setempat tidak bisa dilakukan hanya membenahi objeknya, namun SDM juga harus diperhatikan.

Untuk itu sebanyak 40 pengelola homestay yang ada di Kabupaten Samosir diikutkan dalam praktik pelatihan pengelolaan manajemen homestay yang dilaksanakan di Homestay Langat, Desa Simanindo, Kabupaten Samosir.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pelatihan Pengelola Usaha Homestay yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir.
Baca juga: Kemenparekraf dorong peningkatan kapasitas UMKM Danau Toba

Perwakilan pengelola usaha homestay dipandu narasumber yang terdiri dari Akademi Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung, Ratna Gultom (Pengelola Eco Village Silimalombu), dan Dinas Pariwisata Samosir.

Beberapa topik yang dibekali dalam pelatihan diantaranya adalah tata kelola homestay, tata ruang dan interior homestay, manajemen homestay, pelayanan prima, teknik pemasaran homestay. Materi pelatihan pun diperkaya dengan kegiatan praktik menata ruang kamar dan memasarkan produk melalui platform daring.

Kepala Dinas Pariwisata Samosir melalui Kabid Usaha Pariwisata dan Kerjasama Jontiner Sinabutar menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi pengelola usaha homestay agar lebih profesional dan berkualitas dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Melalui pelatihan ini diharapkan agar para pengelola homestay yang ada di Kabupaten Samosir dapat mengaplikasikannya pada usaha homestay-nya dan senantiasa terus meningkatkan daya saingnya, apalagi Kabupaten Samosir merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Baca juga: Sandiaga Uno luncurkan kalender ajang Danau Toba 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel